<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319</id><updated>2009-11-06T06:18:43.717-08:00</updated><title type='text'>LifeCom</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-4327850116875806809</id><published>2009-11-06T06:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T06:18:43.730-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SvQv-D0XO4I/AAAAAAAAAWM/rsrSMhX8Rbw/s1600-h/TEMA+NATAL+NASIONAL+PGI+KWI+TAHUN+2009.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SvQv-D0XO4I/AAAAAAAAAWM/rsrSMhX8Rbw/s200/TEMA+NATAL+NASIONAL+PGI+KWI+TAHUN+2009.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400994596347394946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMA NATAL NASIONAL PGI DAN KWI TAHUN 2009&lt;br /&gt;TEMA NATAL PGI TAHUN 2009&lt;br /&gt;TEMA NATAL NASIONAL TAHUN 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“TUHAN itu baik kepada  semua orang" (Mazmur 145 : 9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA NATAL PGI KWI&lt;br /&gt;PENDETA DESEFENTISON GEMBALA SIDANG GKII SILOAM TARAKAN KALTIM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-4327850116875806809?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/4327850116875806809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=4327850116875806809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4327850116875806809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4327850116875806809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/11/tema-natal-nasional-pgi-dan-kwi-tahun.html' title=''/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SvQv-D0XO4I/AAAAAAAAAWM/rsrSMhX8Rbw/s72-c/TEMA+NATAL+NASIONAL+PGI+KWI+TAHUN+2009.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-8379764019412949375</id><published>2009-09-19T04:26:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T04:34:17.165-07:00</updated><title type='text'>TEPUK TANGAN UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SrTBreo1CkI/AAAAAAAAAWE/29zaVGjlMFg/s1600-h/TEPUK+TANGAN.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SrTBreo1CkI/AAAAAAAAAWE/29zaVGjlMFg/s320/TEPUK+TANGAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383140407317432898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/09/17/171318/1206013/10/noordin-m-top-tewas-tepuk-tangan-membahana-di-mabes-polri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pengumuman tewasnya Noordin M Top sangat dinantikan wartawan. Alhasil, ketika namanya disebut pada urutan kelima, tepuk tangan terdengar membahana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkah dari Allah di akhir bulan Ramadhan salah satu tersangka adalah buron yang telah 9 tahun diburu, Noordin M Top," kata Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan langsung membahana di ruang konferensi pers Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2009). BHD yang berwajah cerah hari ini, tak urung tersenyum lebar. Lampu blitz berpendar menerpa wajahnya. Sejumlah jenderal yang ada di kanan kiri dan belakangnya juga tersenyum mendengar tepuk tangan jurnalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah wartawan yang meliput mengaku merinding mendengar ucapan BHD tersebut. Kepastian ini memang ditunggu tidak hanya oleh insan pers namun juga seluruh masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan kedua terdengar ketika BHD menjelaskan bahwa jasad Noordin diketahui dari sidik jadinya. Dia lalu memamerkan gambar sidik jari itu untuk meyakinkan keterangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tewas di Solo, Noordin sempat diduga tewas di Temanggung, Jawa Tengah, pada 8 Agustus. Noordin juga pernah lolos saat penggerebekan di Batu, Malang, Jawa Timur. Sedang partnernya asal Malaysia, Dr Azahari, tewas pada 2005 dengan cara meledakkan diri. (ken/iy) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Polisi dalam menyelesaikan PR tersebut memang layak dihargai.  Namun ketika mendengar para hadirin bertepuk tangan, muncul pertanyaan mendasar “untuk apa mereka bertepuk tangan?”.  Selain melatih anak kecil menyanyikan lagu “tepuk-tepuk tangan, suka-suka....”, saya juga sering bertepuk tangan.  Bertepuk tangan ketika bernyanyi di gereja, bertepuk tangan setelah Pejabat berpidato, bertepuk tangan ketika pengantin selesai di doakan, bertepuk tangan karena di komando oleh WL (Worship Leader)  dengan seruan “beri kemuliaan untuk Tuhan”, bertepuk tangan ketika seseorang dinyatakan berhasil dan banyak momen lain.  Tetapi bertepuk tangan ketika mendengar kepastian kematian Noordin M. Top?  Entahlah ...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Noordin M. Top bersalah atas serangkaian pengeboman di Indonesia  dan bahwa jika ia masih hidup akan banyak kematian terjadi, itu tidak dapat disangkal.  Tetapi jika direnungkan apa yang dikatakan Tuhan melalui Nabi Yehezkiel pasal 18:23  Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?   Maka kita akan sadar bahwa yang diinginkan Tuhan  bukan “kematian orang fasik atau orang berdosa/orang jahat” tetapi kepada pertobatannya.   Keinginan agar para penjahat tertangkap dan diadili sesuai hukum adalah sesuatu yg wajar, tetapi mengharapkan kematian orang jahat apalagi bersyukur atas kematian orang jahat nampaknya tidak memiliki dasar dalam kehidupan kristen.  Karena untuk orang–orang semacam inilah  juga Kurban Agung itu telah menyerahkan nyawaNya di kayu salib.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDETA DESEFENTISON GEMBALA SIDANG GKII SILOAM TARAKAN KALIMANTAN TIMUR&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-8379764019412949375?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/8379764019412949375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=8379764019412949375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8379764019412949375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8379764019412949375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/09/tepuk-tangan-untuk-apa-dan-untuk-siapa.html' title='TEPUK TANGAN UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA?'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SrTBreo1CkI/AAAAAAAAAWE/29zaVGjlMFg/s72-c/TEPUK+TANGAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-5161976806718071760</id><published>2009-09-19T04:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T04:31:05.267-07:00</updated><title type='text'>KEWASPADAAN</title><content type='html'>Setiap kali suatu peristiwa kecelakaan terjadi, maka tingkat kewaspadaan biasanya meningkat.   Ketika saya berada di airport Juata Tarakan, pasca ledakan Bom di hotel J.W Marriot Jakarta, tak urung semua mobil di oleh petugas.  Tidak ada dispensasi bahkan untuk Kijang tua tahun 1987 dengan semua jendela terbukapun mendapat kehormatan diperiksa laksana selebritis yg dikagumi penggemarnya.  Tapi sebagaimana biasa, 2 minggu kemudian tak ada lagi pengawasan apapun.  Kecuali tukang karcis masuk bandara yang terkadang “lupa” memberikan karcis padahal sudah menerima duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi siangpun, pasca kecelakaan pesawat intai TNI AL tipe (N22) Nomad P 837 (senin, 7 september 2009) di daerah Mentadau, Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur yang menewaskan 4 orang penumpang sipil, tingkat kewaspadaan meningkat lagi.  Beberapa Maskapai menangguhkan penerbangan. Walaupun dengan alasan kabut asap--yg pada awalnya selalu disebut oleh BMG Tarakansebagai Haze dan bukan asap.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagaimana biasa, kewaspadaan ini tidak akan lama.  Khususnya bagi masyarakat dayak yg hidup di perbatasan dengan Malaysia (Sarawak dan Sabah).  Kesulitan transportasi menyebabkan mereka terpaksa membayar mahal untuk dapat keluar dari isolasi daerah karena ketiadaan transportasi darat untuk ke kota.  Pilihan yang sulit, karena mahal tidak berarti nyaman dan dapat terbang tidak ada jaminan selamat.  Syukurlah bahwa pelayanan penerbangan MAF (Mission Avition Fellowship) dapat melakukan apa yang selama puluhan tahun tidak pernah dapat dilakukan oleh penerbangan komersial.  Dengan standar operasi yang ketat dan doa yang melingkupi pelayanan ini, maka dapat bertahan sampai sekarang.  Barulah dalam era OTDA ini beberapa maskapai komersial  melalui dana subsidi penerbangan Kabupaten/Propinsi mulai melayani rute ke pedalaman kalimantan.  Tanpa subsidi pemerintah maskapai-tersebut tidak akan rela terbang di daerah ini.  Termasuk pesawat militer yang dikatakan berpatroli, namun karena alasan membantu masyarakat mengangkut juga penumpang sipil.  Para pengguna tetap penerbangan model ini mengerti apa yang sebenarnya terjadi, namun hubungan simbiosis-mutualistis menyebabkan mereka tidak bersuara tentang operasional penerbangan.  Urusan yang paling penting bagi mereka adalah dapat keluar dari isolasi daerah sehingga pesawat apa saja yang ada di lapangan kampung pasti jadi rebutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kewaspadaan yang meningkat tajam akan segera turun cepat.  Benda yang cepat menerima panas akan cepat juga melepaskan panas.  Kewaspadaan seperti ini memang fluktuatif, intensitasnya menguat karena rasa takut akan sesuatu yang baru atau sudah pernah terjadi.  Tetapi karena sumber sikap tersebut bukan dari kesadaran/pemahaman yang benar dari dalam diri maka tidak akan bertahan lama. Tidak terjadi perubahan mendasar dari sistem kehidupan yang seharusnya dibenahi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini seperti pada waktu  kita memungut sampah pada hari kerja bakti dan membuang sampah pada hari tidak bekerja bakti.  Bergotong royong membersihkan got setelah hujan dan banjir  melanda dan membuang sampah di got pada hari kemarau.  Ketika sakit ke dokter dan merawat diri ketika mulai tua namun ketika sehat tak peduli kesehatan sebagaimana ketika muda menghabiskan kekuatan tanpa istirahat.  Diet ketika merasa gemuk dan makan sebanyak-banyak ketika sudah tercapai.  Pantang makanan mengandung purin tinggi ketika pincang karena kelebihan asam urat lalu bergembira dengan makan segalanya untuk merayakan kesembuhan.&lt;br /&gt;Secara spiritual, kewaspadaan seharusnya menyangkut kesadaran akan adanya lawan yang sesungguhnya. (I petrus 5:8-11: 8 &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9  Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.&lt;br /&gt;10  Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.&lt;br /&gt;11  Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan yang disebut oleh Paulus “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bukan darah dan daging”&lt;/span&gt; (Ef 6:12).  Sehingga cara menghadapinya bukan secara jasmani.   Kesadaran spiritual tidak membuat kita menjadi orang aneh, dengan “kalung bawang putih apalagi membawa penangkal berupa jimat, bahkan bukan juga mengucapkan “darah Yesus” dimana-mana, mendesiskannya berulang-ulang seperti mantra.  Termasuk didalamnya bukan menaruh Alkitab di dekat kepala ketika tidur.  Namun menjalani kehidupan keseharian dengan kewaspadaan terhadap serangan yang bersifat rohani, yaitu godaan untuk berbuat dosa, yang sunbernya dari hati sendiri maupun dari si jahat. Dengan mengingat apa yang Yesus katakan di taman getsemani: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." &lt;/span&gt;(Matius 26:41)  Kiranya kewaspadaan rohani kita semakin natural, semakin tajam dalam menilai kecenderungan batin pribadi melalui terang Firman dan siap taat kepada pimpinan RohNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDETA DESEFENTISON GEMBALA SIDANG GKII SILOAM TARAKAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-5161976806718071760?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/5161976806718071760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=5161976806718071760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/5161976806718071760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/5161976806718071760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/09/kewaspadaan.html' title='KEWASPADAAN'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-975416775973518064</id><published>2009-04-25T06:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T17:43:00.726-07:00</updated><title type='text'>INJIL MICROCHIP??</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu seorang pria datang ke pastori dan menawarkan pemutaran Film menurutnya yang sangat penting. Ia memperkenalkan diri sebagai Yspa, seorang misionaris dari sebuah gereja di Korea Selatan dan telah berkeliling indonesia untuk memutar Film dan bersaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebutnya tentang orang kristen ”tidak bisa masuk surga” karena memasang microchip ataupun biochip. Dari scedule yang disusunnya, hampir semua hari telah terisi nama gereja dan pendeta di Tarakan yang setuju untuk memutar film penting tersebut.  Sebelum saya berpikir banyak ia sudah menyebut-nyebut Kemah Injil di Alor dan Kupang, mungkin sebuah referensi yang dapat membuat saya tidak ragu.  Ketika saya menyebutkan perlunya ijin Pengurus Gereja, ia segera meminta saya menelpon mereka.  Kecepatan yang mengagumkan.  Saya akhirnya mminta satu copy DVD untuk saya tonton dulu sebelum ijin untuk pemutaran Film bagi jemaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD tersebut ternyata berisi 2 bagian besar.  Pertama, tentang bahaya angka 666, yang dihubungkan dengan barcode serta sebuah film buatan tahun 1970an, terlihat dari mobil dan pemain yang tampak kuno.  Isi filmnya tentang pengangkatan orang percaya, dan beberapa orang kristen yg tertinggal.  Beberapa orang kristen itu ada yang  memberi tangan dan dahi mereka dicap tanda 666 (Sebagaimana Wahyu 13:16,17) dan beberapa lagi dianggap bertahan dalam dalam iman karena tidak mau memberi tangan dan dahi mereka dicap tanda tersebut, kemudian dihukum mati dengan ”pemotong leher” ala perancis (Guilotine).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi dan  Kesimpulannya tidak nyambung.  Ilustrasi film baratnya adalah tangan dan dahi dicap angka (Film Tahun 70an), sedangkan kesimpulannya dunia modern dengan mirochip/biochip, dengan contoh film seorang pria membuka pintu dengan tangan yg dikatakan berisi microchip.  Dalam film tersebut yang ditonjolkan adalah tentang bagaimana antikris berkuasa dan beberapa orang kristen yg tidak terangkat dipaksa  memberi tanda 666 di tangan dan dahinya.  Kesimpulan akhirnya adalah bahaya pemasangan microchip/biochip dengan keselamatan.  Jadi ukurannya bukan lagi soal orang yang percaya kepada Yesus atau  tidak percaya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua adalah pengantar dari seorang pendeta di kota Menado yang mengulas kesaksian pelayanan misonaris Yspa serta rencana kedatangan gembala sidang gereja pengutus (seorang wanita) untuk mengadakan KKR di Stadion Klabat Menado pada tahun 2005.  Hal yang ditekankan adalah bahwa ribuan microchip dan biochip diimport dari Amerika ke Korea Selatan, yang dianggap sedang dipakai dan akan dipakai oleh antikris.  Tampaknya pendeta indonesia ini sangat bersemangat mempromosikan rencana pelayanan Tim tersebut.  Ia mengatakan berulangkali bahwa dimana-mana Tim tersebut melayani KKR, apabila ada orang yg sungguh-sungguh bertobat dan disentuh mata rohaninya oleh Tuhan, maka pintu surga akan terbuka dan orang-orang itu akan melihat malaikat maupun Tuhan Yesus turun dari surga untuk akan memakaikan kain lenan putih kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah KKR tersebut jadi dilaksanakan tahun 2005 di Menado dan apakah juga telah dilaksanakan di kota lain, namun yang pasti Misionaris Yspa masih terus berkeliling untuk menyampaikan pemberitaan ini.  Dalam bagian akhir DVD berulangkali teks-teks seolah-olah dikutip dari Alkitab ditampilkan, seperti ”Yesus memberi perintah untuk memberitakan angka 666, Mirochip dan Biochip”.  Saya tercengang-cengang bagaimana perintah agung Yesus kristus untuk menjadikan semua bangsa muridNya telah diubah menjadi: beritakan tentang angka 666, microchip dan biochip??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Misonarias Yspa ditemani seorang teman pendeta di kota Tarakan kembali bertemu.  Saya secara langsung menyampaikan bahwa saya tidak menerima untuk pemutaran Film tersebut.  Ia nampaknya terkejut, dan bertanya apakah tidak percaya bahwa microchip dan biochip dipakai antikris? Saya jelaskan padanya bahwa saya percaya bahwa Yesus akan datang, bahwa saya percaya apa yang dinubuatkan oleh kitab wahyu.  Tetapi untuk mengatakan bahwa microchip dan biochip itulah yang dimaksudkan dalam Wahyu 13:16,17 adalah  suatu penafsiran pribadi anda.  Mendengar penjelasan saya, ia langsung berdiri dan kelihatan gusar.  Nampaknya saya telah menjadi musuhnya.  Ia kembali duduk dan berkata: ”Yesus memerintahkan memberitakan tentang 666, microchip/biochip. Tidak percaya microchip dan biochip dipakai antikristus?.    Saya katakan:  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”tidak ada dalam Injil Yesus memerintah memberitakan hal tersebut.  Orang yang sudah percaya dan diselamatkan, pasti tidak akan menyembah antikristus dan juga tidak akan menerima apapun namanya yang seperti itu.  Jika bapak percaya hal tersebut silahkan, tetapi jangan anggap bahwa Tuhan hanya berbicara lewat anda”.&lt;/span&gt;  Sementara ia terdiam, saya mengatakan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Tahun 90an pun, dari Korea juga datang banyak misionaris yang mengatakan Yesus akan segera datang dalam tahun-tahun itu.  Mereka membuat hitungan-hitungan, seminar serta kursus mempersiapkan diri menyambut akhir jaman laku sekali  Tetapi tidak ada yang jadi.”&lt;/span&gt; Lalu saya bicara kepada pendeta yang menemaninya: ” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hati-hati pak, jangan karena dari Korea lalu semua dianggap benar&lt;/span&gt;."  Misionaris Yspa kemudian  berdiri dan tanpa berjabat tangan lagi langsung pergi meninggal saya dengan pendeta yg mendampinginya.  Seolah mengebaskan debu kakinya karena merasa ditolak pemberitaannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara saya menulis artikel ini, seorang teman pendeta menelpon dan menyampaikan bahwa ada undangan pemutaran Film tersebut disebuah gereja esok hari dengan catatan ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika mau masuk surga harus menonton Film ini&lt;/span&gt;”.  Bahkan seorang wanita (baru percaya dan masih dalam bimbingan) yg karena diajak seseorang kristen menonton di suatu gereja mengatakan menjadi bingung karena misonaris Yspa mengatakan bahwa patung maria menangis/mengeluarkan airmata merupakan bukti bahwa Yesus tidak lama lagi akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyedihkan bahwa sementara Injil terus diberitakan beberapa orang telah dialihkan kepada pemberitaan yang bukan  Mandat Tuhan Yesus.  Injil apakah yang diberitakannya?  Bukan Injil, tetapi ketakutan yang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari berbagai penafsiran tentang bagaimana peristiwa-peristiwa akhir akan terjadi perlu selalu diingat bahwa Tuhan Yesus mengatakan sejak awal bahwa penganiayaan dan penderitaan adalah bagian wajar dari kehidupan kristen.  Tanpa menunggu masa kesukaran besar, pada dasarnya orang kristen di sepanjang sejarah telah mengalami penderitaan yang luarbiasa.  Tetapi bagi orang kristen yg tidak atau belum mengalami penderitaan karena nama Yesus, maka pastilah ketakutannya luarbiasa kalau memikirkan tentang penderitaan dalam masa kesukaran besar.  Inilah jumlah terbanyak dari orang kristen.  Laskar pelangi bukan laskar Kristus. Laskar yang kerjaannya hanya praise and worship, doanya hanya minta berkat material dan dispensasi penderitaan, kumpulannya cari aman dalam persekutuan, tetapi tidak mau susah memberitakan Injil.  Kalaupun beritakan Injil hanya menyampaikan tentang gereja dan pendetanya atau menceritakan kedasyatan musik rohani.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus tidak pernah meminta kita menjadi takut,  apalagi mengumbar kisah mengerikan tentang akhir jaman.  Bahkan para rasul dan jemaat mula-mula tidak menjadikan topik eskatologi sedemikian detail seperti kita dewasa ini. Mereka sadar bahwa Yesus akan segera datang, tetapi bukan dengan ketakutan tetapi dengan pengharapan sukacita sambil terus memberitakan Injil.  Beda dengan kekristenan jaman ini, bicara akhir jaman, jemaat ditakutkan dengan Barcode, angka 666, microchip/biochip, pantang beli produk tertentu dan ratusan kisah aneh-aneh tentang neraka.  Bukannya rajin memberitakan Injil bagi orang yang belum percaya, malah sibuk buat KKR, kesaksian dan kursus akhir jaman. Pendeta-pendeta tak kalah seru ngomong tentang kisah-kisah seram akhir jaman, biar jemaat takut bikin dosa dan siapa tahu anak-anak muda jadi rajin kebaktian, tetapi ada yang tidak dilupakan yaitu persembahan tetap jalan, atau bahkan semuanya diserahin karena tidak guna kalau antikris datang kagak bisa belanja apapun katanya.  Jadi semua harta kasih ke gereja.  Modal pemberitaannya adalah ”rasa takut”.  Padahal orang yang takut menghadapi akhir jaman adalah tanda-tanda adanya ketidakbenaran. Karena ia belum berada dalam kebenaran yang sejati.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 10:16  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 17  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 18  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 19  Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 20  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.&lt;br /&gt;26  Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 27  Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.&lt;br /&gt;28  Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipi 1:29: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 24:6b: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah;sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.  Yesus mengatakan agar jangan gelisah mendengar khabar-khabar apapun tentang akhir jaman.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu 13 seharusnya dibaca bukan hanya ayat 16-17 :&lt;br /&gt;” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,&lt;br /&gt;17  dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.&lt;br /&gt;18  Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tetapi juga ayat sebelumnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;7  Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.&lt;br /&gt;8  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;9  Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&lt;br /&gt;10  Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Yang penting menurut Firman Tuhan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Ayat 10b: Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.&lt;br /&gt;2. Ayatb18: Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”&lt;br /&gt;3. 12  Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu 14:&lt;br /&gt;9  Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,&lt;br /&gt;10  maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.&lt;br /&gt;11  Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."&lt;br /&gt;12  Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.&lt;br /&gt;13  Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gembala sidang pendeta desefentison w. ngir gereja kemah injil indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-975416775973518064?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/975416775973518064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=975416775973518064' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/975416775973518064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/975416775973518064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/04/injil-microchip.html' title='INJIL MICROCHIP??'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-6633593206904844986</id><published>2009-03-05T21:16:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T21:26:59.591-08:00</updated><title type='text'>PONARI SWEAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SbCz8ov9lfI/AAAAAAAAAV8/ok2ghn6kFzs/s1600-h/PONARI+DUKUN+CILIK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SbCz8ov9lfI/AAAAAAAAAV8/ok2ghn6kFzs/s400/PONARI+DUKUN+CILIK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309941814981924338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PONARI SWEAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baru…!!!!&lt;br /&gt;AIR SAKTI Ponari Sudah tersedia dalam kemasan.  Nggak perlu lagi repot-repot antre.  Sudah ada di toko-toko dan Swalayan....!!!!Juga berkhasiat menggantikan Ion tubuh yang hilang..!!! ”PONARI SWEAT” (PENGGANTI ION TUBUH YG HILANG)  &lt;br /&gt;Kiriman by SMS, Made in Ev.Korie (Teras Nawang, Kab. Bulungan Kaltim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam ponari belum hilang. Buktinya walaupun prakteknya sudah pernah ditutup namun pencarian kesembuhan mengalahkan semua rintangan.  Ketika melihat tayangan Ponari di kantor polsek Jombang, saya terheran-heran dukun cilik tersebut dengan bebas jalan-jalan di atas meja Kapolsek lalu digendong sang kapolsek.  Semua nampak tersenyum dan senang melihatnya.  Tetapi yang saya lihat hanyalah seorang anak yang tidak lagi diajari tatakarama standar.  Tampaknya ia telah dibiarkan melakukan apa saja yang dikehendakinya karena dianggap memiliki kemampuan istimewa yaitu batu petir.  Demikian juga dalam pemberitaan tentang situasi di kelas, bagaimana ia hanya bermain games dengan HP.  Kasihan Ponari, suatu eksploitasi sesaat yang pada akhirnya tidak menghasilkan apapun di masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau Tukul juga turut menggendongnya dalam acara ”bukan 4 mata” Trans7 (4 Maret 2009), maka itu hanyalah suatu daftar dari bagaimana popularitasnya dapat juga menarik perhatian produser TV.  Semua  ini tidak berhubungan samasekali dengan Ponari, ini hanya berhubungan dengan batu yang katanya disambar petir dan berkhasiat menyembuhkan. Konon katanya, waktu sedang bermain Yoyo, ada petir menyambar batu.  Kemudian dijadikannya mainan, namun walaupun dibuang batu tersebut selalu kembali ke meja makan di rumahnya. Tanpa batu tersebut maka Ponari ansich tidak memiliki apapun untuk dibicarakan.  Tidak akan dipedulikan orang sekampungnya.   Sebagaimana kebanyakan anak-anak miskin di kampung, juga tak akan menarik perhatian Komnas HAM anak   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana booming pencarian emas di beberapa daerah di indonesia, maka semuanya dimulai dari berita yang berlebihan dari kenyataan yg ada.  Demikian juga dengan kebanyakan kisah penyembuhan oleh anak-anak.  Tidak berlangsung lama, karena bukti kesembuhan yang ada sebenarnya terlalu sedikit dan sulit untuk diukur kebenarannya.  Namun berita pertama yang terdengar sudah  tersebar sehingga kebanyakan pasien terlanjur sudah percaya dan pergi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pencarian kesembuhan dapat mengesahkan upaya apapun?  Sebagaimana yang sering dilontarkan oleh beberapa orang ”yang penting niatnya atau ikhtiarnya untuk kebaikan (sembuh/bantu orang) boleh saja”.  Seperti jika sakit, pergi ke dukun/paranormal;jika niat mau bantu orang miskin tidak mengapa kalau mencuri dari orang kaya dll.  Tentu saja konsep bukan konsep Alkitab karena tidak pernah Tuhan menjadikan niat baik manusia sebagai ukuran kebenaran.  Filter etika kristen harus mencakup minimal 3 hal: Pertama, apakah motivasi (niat batin) saya melakukan  benar sesuai kebenaran Firman Tuhan;kedua, apakah Tujuan saya benar sesuai Firman Tuhan; ketiga, apakah cara yang saya tempuh juga benar sesuai Firman Tuhan?  Jadi dalam soal Ponari atau siapa saja yang mengatakan memiliki suatu kemampuan penyembuhan non medis, maka ujiannya harus lulus dengan predikat 3 benar.  Tidak sekedar karena niat baik, tujuan atau hasil yng hebat, tetapi juga cara untuk mencapainya harus sejalan dengan kebenaran Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami Ponari dengan batu petirnya (jika memang benar demikian) sebenarnya kasus okultisme yang sering terjadi.  Suatu benda yang dipercayai mengandung kuasa jika dibuang ternyata selalu kembali lagi kepemiliknya.  Sehingga dianggap sebagai ”berkah dari Allah” untuk berbuat kebaikan.  Jadi bukan hal yang unik sekali, setan memang sering menggunakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian maka tidak ada peluang bagi seorang kristen sejati untuk mengejar kesembuhan dengan cara apapun.  Termasuk bagi orang-orang yang mengakui kristen dengan menggunakan doa kristen dan Alkitab sebagai media penyembuhan namun jika diuji dalam terang Firman Tuhan dan pergumulan doa khusus akan nampak karya si jahat dibaliknya.  Bahhkan bukan hanya penolakan terhadap penggunaan kuasa setan seperti dukun, paranormal, dan benda-benda okultisme (jimat) tetapi juga penggunaan teknologi dengan mengabaikan nilai-nilai kehidupan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketimbang antre air batu petir Ponari beli aja Ponari sweat ehhh ...Pocari Sweat......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-6633593206904844986?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/6633593206904844986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=6633593206904844986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/6633593206904844986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/6633593206904844986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/03/ponari-sweat_05.html' title='PONARI SWEAT'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SbCz8ov9lfI/AAAAAAAAAV8/ok2ghn6kFzs/s72-c/PONARI+DUKUN+CILIK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-664177857672030924</id><published>2009-02-09T07:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T07:25:20.614-08:00</updated><title type='text'>KOSTER GEREJA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Koster Gereja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini sementara membuka tong sampah dan memindahkannya ke dalam kantong plastik, rasa mual menyerang.  Maklumlah sudah lama tidak menyentuh sampah campuran. Kemarin sore sebelum ibadah malam, saya sudah kembali merasakan pengalaman masa muda ngurusin gedung gereja dan seperti diawal pelayanan pastoral.  Memungut sampah kecil, tapi buanyak.  Mulai bungkus permen sampai tisu bekas.  Hanya bedanya, dulu tidak pakai dasi.   Sejak Januari 2009, Koster gereja mengajukan permohonan untuk berhenti, karena sudah menyelesaikan perkuliahan dan siap bekerja di suatu perusahaan konstruksi. Namun baru beberapa hari yang lalu, secara resmi Koster Gereja pindah ke mess perusahaan, dan pada hari minggu (8 Pebruari 2009) kami mendoakannya dalam ibadah umum pagi.&lt;br /&gt;Koster memang bukan sekedar petugas kebersihan gereja apalagi sekedar tukang sapu gereja.  Filosofi pelayanan ini sudah berulangkali saya sampaikan secara pribadi kepada 3 orang koster yang pernah melayani di jemaat ini dalam 6 tahun pelayanan pastoral.  Memang berbeda dengan kebanyakan Koster (Berkeluarga) di beberapa gereja dengan peran gabungan antara penarik lonceng, mengajar sekolah minggu dll, Koster di sini diserahkan kepada orang muda.  Dari beberapa Koster, (kurang lebih 5) tiga orang menjalankan tugas sambil kuliah.  Bahkan tahun lalu ketika saya melayani di suatu kota, saya berjumpa dengan seorang mantan Koster yg sudah menjadi pegawai negeri dan mengikuti suatu diklat untk kenaikan jabatan.  &lt;br /&gt;Ketika ”on duty” (menjalankan tugas) dengan sapu, kain pel, memungut dan mendorong gerobak sampah, mereka harus melakukannya dengan hati yg kuat.  Karena sementara teman-teman wanita dan pria pemuda/i seusia bermain di halaman gereja atau kumpul-kumpul di gereja, ia justru sedang menyapu dan memungut sampah. Mungkin itu sebabnya tidak ada koster yang dapat pacar di persekutuan pemuda. Seorang Koster juga harus sabar karena jika teman-teman pemuda kumpul rapat maka urusan gelas dan piring kotor terkadang tak terurus, belum lagi jika beberapa orang muda”menjarah” kopi, gula dan snack miliknya.  Maklum ruangan dan dapurnya milik umum.&lt;br /&gt;Setelah mengepel gereja pada pagi hari dan finishing akhir (mempersiapkan amplop persembahan dll) maka ia segera berubah, dari Petugas Kebersihan menjadi seorang Singer, dengan seragam dan dasi serta sepatu hitam.  Itu sebabnya, semua Koster Siloam nampaknya harus bisa bernyanyi.  Persyaratan lain adalah tidak merokok dan tidak peminum. Terlebih lagi harus dapat dipercaya dalam menangani perlengkapan/inventaris gereja dan karena tidak ada satpam serta tidak ada pagar pengaman maka ia juga harus mengamankan lingkungan gereja, mulai dari kemungkinan maling, penjarahan oleh kelompok anak-anak ”pemulung tidak resmi” yg oportunis sampai anjing dan kambing perusak tanaman.  Ia harus dapat menjadi teman untuk para pemuda, tetapi juga dapat memberi larangannya.  Dapat diajak ngobrol oleh pendeta dan dapat dipercaya menjadi pengasuh anak-anak gembala sidang jika harus ditinggalkan untuk pelayanan.&lt;br /&gt; Apakah tuntutan ini terlalu berat? Yang pasti sampai sekarang belum ada yang bersedia.  Ternyata tidak mudah mencari Koster Gereja pengganti.  Lebih mudah menemukan para Evangelis lulusan Sekolah Akitab, STT atau beberapa Sarjana/Magister Theologi yang hanya kuliah 3 bulan dan berkeliling indonesia membuka sekolah Teologi dengan gelar seumur Tauge/kecambah..  Lebih mudah mencari pemain musik dan singers, dan lebih mudah berkhotbah daripada kembali menyapu gereja.  Apa penyebabnya?&lt;br /&gt;Sebagaimana para pekerja yang bekerja dengan melayani kepentingan manusia di seluruh dunia, maka ia harus menundukkan seluruh keinginan alami untuk dihormati serta dilayani dan menggantikannya dengan kerelaan untuk melakukan hal-hal yang kebanyakan dihindari orang lain. Sebutlah seperti tukang sampah, penyapu jalan, pekerja sedot tinja, penjaga Toilet alias WC.  Pada bagian lain termasuk para pelayan restoran,  pembantu, dan jongos.  Tangan merekalah yang memegang apa yg tidak ingin kita pegang dan mengerjakan apa yang sudah kita  tinggalkan karena alasan memiliki uang untuk mebayar, atau dengan alasan klasik ”sudah terlalu sibuk” alias ”malas”. TETAPI SEBENARNYA BUKAN KARENA ALASAN-ALASAN TERSEBUT. ”HATIKULAH” YANG MUNGKIN TELAH BERUBAH.  DAN HATI MEREKALAH YANG TELAH MENEMUKAN TUJUANNYA. BAHWA DI DALAM HATI  SEBAGAI HAMBA RAJA DI ATAS SEGALA RAJA ITU DAPAT DILAYANI.  &lt;br /&gt;Hati ini juga yang dimiliki  Samuel  yang sejak kecil diserahkan untuk melayani di rumah Tuhan di Silo.  Pastilah tidak mudah melayani di Rumah Tuhan, dengan seorang Imam tua (Eli) yang sangat gemuk sehingga tidak dapat berjalan-jalan kecuali dudukatau berbaring, dan yang matanya yang sudah kabur.  Belum lagi dengan anak-anak Eli (Hofni dan Pinehas) yang bemoral bejat.  Tetapi dalam kondisi hati kanak-kanak tersebutlah Samuel yang masih muda mendengar panggilan Tuhan.  Hati yang diharapkannya muncul pada Saul, namun tak ditemukannya.  Bahkan tidak pada anak-anak tertua dari Isai, kecuali pada Daud si bungsu yang masih bekerja di padang sementara yang lain diuandang ke perjamuan sehabis persembahan korban.  &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-664177857672030924?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/664177857672030924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=664177857672030924' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/664177857672030924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/664177857672030924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/02/koster-gereja.html' title='KOSTER GEREJA'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-4027467182197556659</id><published>2009-01-07T08:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T08:23:36.934-08:00</updated><title type='text'>Jalur Gaza</title><content type='html'>Semenjak serbuan Israel ke jalur Gaza (27 Desember 2008) yg diklaim  sebagai balasan terhadap serangan roket dari kelompok Hamas, fokus sebagian besar masyarakat dunia dan khususnya Indonesia teralihkan.   Tak pelak lagi, urusan menghadapi krisis ekonomi yang belum selesai gaungnya, tiba-tiba terputus digantikan gaung dentuman roket dan senjata di Palestina.  Foto korban anak-anak dan wanita yang dipampang di halaman utama sebagian besar media masa, semakin membangkitkan kemarahan dan kebencian terhadap Yahudi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Ibu-ibu masih antri minyak tanah dan konversi minyak tanah ke penggunaan gas telah menambah istilah baru ”Antri membeli gas elpiji”, ribuan buruh terancam PHK, Pasar Modal dan moneter masih bergejolak, Warga Porong Sidoarjo masih belum terbayarkan, BBM turun namun harus antri, Manokwari dan Sorong terkena gempa namun genderang perang Israel dan Hamas telah menyulut solidaritas kemanusiaan dunia khususnya Indonesia.  Gerakan pengumpulan dana kemanusiaan, demonstrasi massa bahkan kesiapan banyak relawan yg ingin terjun langsung dalam peperangan tersebut menunjukkan bahwa bangsa ini sangat besar dan kuat khsususnya jika sepakat tentang apa yang merupakan musuh maupun tantangan/ancaman dari luar.  Sebagaimana ketika dulu pada saat konfrontasi dengan Malaysia, walaupun sedang dilanda kemiskinan, bangsa ini menjadi kuat karena bersatu dalam ephoria ”Ganyang Malaysia”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sayang beberapa orang terkesan menggunakan momentum ini bukan sebagai dasar untuk bersatu agar dapat memberikan bantuan bersama yg lebih besar.  Namun memberikan komentar dan seruan yang dihasilkan dari kedangkalan analisis.  Misalnya, pagi ini dalam dialog di TV One, seorang pemirsa menelpon dan mengatakan yang intinya ”&lt;em&gt;jika ingin membalas apa yang terjadi di Palestina, tidak cukup memboikot produk israel maupun sekutunya atau berperang di Palestina, langsung saja kepada orang nasrani dan Amerika di Indonesia.&lt;/em&gt;”    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercengang mendengar pendapat dan seruan dari seorang Indonesia yang mengajak solidaritas untuk Palestina dengan cara ”................................” orang nasrani (kristen) yang ada di Indonesia.  Konsep pikir yang aneh, menyamakan Israel dengan orang kristen.  Ia mungkin tidak pernah tahu bahwa orang Israel mayoritas adalah penganut agama Yahudi, dan hanya sebagian kecil beragama kristen. Menurut http://www.palestinefacts.org/pf_current_christians.php, orang kristen di Israel hanya 2-3%  (140.000) dari total populasi Israel dan kebanyakan adalah orang Kristen Arab (80%) “&lt;em&gt;Jews are over 80% of the population of Israel; most of the remaining number are Sunni Palestinian Arabs. Christians make up 2% to 3% of the population. Of the Christian population in Israel, over 80% are Arabs. Many of the non-Arab Christians came to Israel with their Jewish spouses during the waves of immigration in the 1980s and '90s, mainly from the former Soviet Union and Ethiopia. The percentage of Christians in the Israeli population has steadily declined due to the immigration of Jews from all over the world. However, the absolute number of Christians has increased as Christians have entered Israel from Europe or areas in the Middle East. The Christian population of Israel has grown from 34,000 in 1949 to about 140,000 today”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga orang Palestina tidak semuanya Islam, ada juga orang Kristen.  Bukan hanya Masjid yang terkena senjata Israel tetapi juga gedung Gereja.  Bahkan di jalur Gaza menurut WIKIPEDIA (http://en.wikipedia.org/wiki/Palestinian_Christian)terdapat kira-kira 3000 orang kristen, yang mengalami penderitaanjuga sebagai orang Palestina atas konflik dengan Israel serta tekanan dari sesama orang Palestina.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"In Gaza, there is a small Christian minority of about 3000 people, among a population of 1,500,000. After the Fatah-Hamas conflict in February 2006, a number of Christian shops, such as Internet cafes, pharmacies and music stores, were attacked by unknown assailants.[21] Some of these attacks have been claimed by a little-known extremist Islamic organization, calling itself the Swords of Truth.[21] On 6 October 2007, Rami Ayyad, the manager of the only Christian bookshop in Gaza and a member of the Baptist Church was found murdered.[22]. No group claimed responsibility for the killing, and no one has openly accused Hamas of persecution. Hamas spokeman, Fawzi Barhoum, said Hamas would "not spare any effort to find the culprits of this crime and bring them to justice."[23] In February 2008, fourteen gunmen attacked the YMCA in Gaza which serves Palestinians of all religious denominations.[24]. Bombs were planted in the office and library and one of the devices was detonated, destroying thousands of books. There were no injuries or fatalities.[24] &lt;/em&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan data dari http://www.haaretz.com/hasen/spages/910184.html yang menyebutkan jumlah 3.200 orang kristen Palestina tinggal di jalur Gaza &lt;em&gt;(&lt;em&gt;About  3,200 Christians live in Gaza, most of them Greek Orthodox. Relations with Gaza's Muslims are generally good, and have not deteriorated since Hamas wrested control of the strip in mid-June.But there have been occasional acts of violence, and in April, a bomb severely damaged the Palestinian Bible Society building in Gaza, which has been operating since 1999."&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan informasi dan  pemahaman terkadang menyebabkan kegagalan dalam menghubungkan antara fenomena dengan realitas.  Kesimpulan yang dangkal diambil hanya dengan mendengar suara yang paling keras dan tindakan yang diambilpun tidak lain hanyalah menumpang arus yang paling deras.  Akibatnya hanya ikut serta memperpanjang permusuhan dan meluaskan peperangan yang sebenarnya ingin dihentikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-4027467182197556659?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/4027467182197556659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=4027467182197556659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4027467182197556659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4027467182197556659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2009/01/jalur-gaza.html' title='Jalur Gaza'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-8422717415231033848</id><published>2008-11-09T20:31:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T20:40:26.624-08:00</updated><title type='text'>TEMA NATAL NASIONAL PGI DAN KWI TAHUN 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SRe7EzlSA1I/AAAAAAAAAPQ/cEzJoKICCqA/s1600-h/NATAL+NASIONAL+PGI+KWI.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 334px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SRe7EzlSA1I/AAAAAAAAAPQ/cEzJoKICCqA/s400/NATAL+NASIONAL+PGI+KWI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266883980473533266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMA NATAL NASIONAL PGI  DAN KWI TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDUPLAH DALAM  PERDAMAIAN  DENGAN SEMUA ORANG&lt;br /&gt;(ROMA 12:18)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-8422717415231033848?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/8422717415231033848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=8422717415231033848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8422717415231033848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8422717415231033848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/11/tema-natal-nasional-pgi-dan-kwi-tahun.html' title='TEMA NATAL NASIONAL PGI DAN KWI TAHUN 2008'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SRe7EzlSA1I/AAAAAAAAAPQ/cEzJoKICCqA/s72-c/NATAL+NASIONAL+PGI+KWI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-7535905098103279834</id><published>2008-10-30T03:55:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T04:07:05.583-07:00</updated><title type='text'>krisis ekonomi</title><content type='html'>Tidak seperti biasanya, kemarin seorang pemilik usaha menyampaikan pertanyaan kepada saya.  Entahlah, apakah karena saya mirip pengusaha seperti dirinya atau seorang analis pasar forex?  Ia mengatakan: “Saya bingung pak, katanya harga minyak dunia turun sehingga pemerintah akan menurunkan harga minyak.  Tetapi nilai tukar dolar Amerika terus naik.  Bagaimana, apakah harga barang akan turun atau akan naik?  Saya sebenarnya tidak ingin menjawab, karena mungkin saja ia sekedar melemparkan pertanyaan tanpa ingin jawaban.  Tetapi nampaknya ia bersungguh-sungguh karena mengulang lagi pertanyaannya, dan wajahnya itu lho, seperti mahasiswa yang haus jawaban ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya menjawab sekenanya, tak beda jauh dengan cara Imam Samudera menganalisis bahwa Amerika sudah hancur ekonominya pasca bangkrutnya Lehman sehingga menganggap bahwa Allah telah menghancurkan Amerika sebagaimana yang dicita-citakannya. Atau sama dengan analisis seorang tukang martabak 3 minggu yang lalu.  Dengan nada senang ia menyambut krisis di Amerika, namun  ia terkejut ketika saya mengatakan bahwa kita “orang Indonesia”  akan lebih menderita ketimbang orang di Amerika.  Analisis ekonom dipinggir jalan, tidak mengherankan 3 hari yg lalu, ia kemudian salah menghitung kembalian dan telah merugikan pelanggannya yg setia: 10 ribu rupiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dalam setiap krisis ketika pemerintah mengatakan bahwa semua baik-baik saja, maka esok hari pasar cenderung lebih bergejolak.  Karena ketika pengumuman tersebut disampaikan yang nampak sebenarnya kepanikan yang diselubungkan.  Siapa yang dapat mengatakan bahwa tidak ada bahaya menyangkut fundamental ekonomi makro indonesia, jika melihat semua anggota kabinet berkumpul dan presiden bicara dengan nada hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca pendapat Robert A. Simanjuntak  Guru Besar FE UI dalam artikelnya “Krisis Finansial Global: Merenungkan Kembali Resep Keynes” (Kompas, Rabu 29 Oktober 2008, p.19) yang menyodorkan konsep Adam smith tentang membiarkan pasar apa ada (Laissez faire).  Konsep ini didasarkan pada keyakinan bahwa mekanisme pasar itu seperti tangan gaib (invisible hand) yang bekerja untuk memastikan keseimbangan yang efisien dan kesejahteraan masyarakat.  Namun berbeda dengan John Maynard Keynes yang menolak ide bahwa pasar memiliki kemampuan self adjustment.  Solusi Keynes melingkupi: &lt;em&gt;“regulasi pemerintah dan kebijakan fiskal untuk mempengaruhi permintaan agregat, yakni menaikkan permintaan agregat lewat pemotongan pajak dan kenaikan belanja pemerintah untuk masalah pengangguran/resesi.  ….. Ketika ekonomi macet seperti saat depresi, satu-satunya cara keluar dari perangkap adalah dengan mendorong orang mengonsumsi lebih banyak barang.  Untuk itu, kenaikan belanja pemerintah akan jadi pemicu”.&lt;/em&gt;   Belajar dari Amerika menghadapi depresi besar tahun 1930an dimana presiden F.D Roosevelt mengadopsi konsep Keynes, dengan meningkatkan belanja pemerintah untuk proyek-proyek padat karya guna mengurangi pengangguran. Serta solidnya dukungan dari para gubernur Negara bagian, walikota maupun legislatif menyebabkan Amerika dapat bangkit kembali.  Karena itu Simanjutak mencadangkan ide bahwa seharusnya intervensi pemerintah juga menekan pemerintah daerah agar dana APBD digunakan lebih cepat agar roda ekonomi dapat bergulir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat bahwa konsep membiarkan pasar apa adanya (Leave the market alone) mirip dengan ide bahwa bumi dapat menyembuhkan dirinya sendiri.  Namun semakin disadari bahwa kerusakan akibat ulah manusia seringkali melampaui kemampuan &lt;em&gt;self adjustment&lt;/em&gt; tanah dan udara di planet bumi ini.  Namun harapan akan campur tangan pemerintah seringkali tidak menyentuh perbaikan fundamental ekonomi.  Gembar gembor pendidikan gratis kesehatan gratis, maupun bantuan Tunai Langsung hanya upaya membalut kemiskinan dengan kemasan baru.  Namun tidak pernah memperbaiki kenyataan dasar, bahwa yang miskin tetap miskin.  Itu sebabnya, jika para calon politisi dalam kampanye selalu mengedepankan semboyan “pilih saya maka semua gratis” hanya menunjukkan betapa ia merencanakan untuk tidak melakukan apa-apa, kecuali akan menggunakan DAU tanpa mendorong maupun mencipta peningkatan partispasi rakyat dalam pergerakan ekonomi.  Jika seorang politisi kristen membuat janji politik jangan lupa bahwa ia sedang berhadapan dengan Tuhan.  Kesediaan dan keberaniannya harus ditunjukkan dengan berjuang dalam jalan kebenaran.  Dengan kesadaran bahwa Tuhan memanggilnya untuk menegakkan keadilan dan berbicara sebagai wakil Tuhan dalam bidang politik dan bukan hanya menyuarakan suara mayoritas.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun gagasan agar Daerah dapat menggunakan APBD dengan lebih cepat dan berani dalam situasi krisis nampaknya tidak sejalan dengan realitas kini.  Karena bagi kebanyakan pemimpin daerah sekarang, jalan lambat namun aman lebih dikedepankan.  Ketimbang cepat dan maju, namun akhirnya ditangkap KPK.  Sebuah kehati-hatian yang baik, namun menyebabkan dana APBD tidak digunakan secara maksimal.  Dalam hal ini jika anda seorang Kristen, seharusnya ketakutan anda lebih kepada Tuhan dan bukan karena KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda seorang Kristen dan berada dalam posisi pengambilan keputusan ekonomi bagi banyak orang, kiranya dapat mempertimbangkan secara bijak dan meminta hikmat Tuhan.  Karena jika seorang miskin berdosa karena mencuri ayam dan jemuran, seorang lain berdosa karena membenci dan tidak mau mengampuni, maka anda dapat berdosa dalam pengambilan keputusan apabila mengabaikan hak-hak ekonomi rakyat ataupun mengabaikan kejujuran moral hanya untuk menguntungkan partai anda, kelompok suku maupun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yeremia 22:13-17:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;13Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya;&lt;br /&gt;14  yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah. 14  yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah.&lt;br /&gt;15  Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran,&lt;br /&gt;16  serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? demikianlah firman TUHAN.&lt;br /&gt;17  Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju kepada pengejaran untung, kepada penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;pendeta desefentison gembala sidang gkii siloam tarakan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-7535905098103279834?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/7535905098103279834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=7535905098103279834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7535905098103279834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7535905098103279834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/10/krisis-ekonomi.html' title='krisis ekonomi'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-5516031510760652560</id><published>2008-09-13T07:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T07:41:20.241-07:00</updated><title type='text'>Pelayanan KKR &amp; Seminar di Tenom Sabah Malaysia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvPlrUUYWI/AAAAAAAAAPA/9LEKEhyuu4A/s1600-h/KKR+PENDETA+SON.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245514437193130338" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvPlrUUYWI/AAAAAAAAAPA/9LEKEhyuu4A/s400/KKR+PENDETA+SON.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvPl_7ot0I/AAAAAAAAAPI/5TEGd7GFYS4/s1600-h/KKR+PENDETA+SON+PEMBUKAAN+KETUA+KAWASAN+SIB.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245514442726750018" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvPl_7ot0I/AAAAAAAAAPI/5TEGd7GFYS4/s400/KKR+PENDETA+SON+PEMBUKAAN+KETUA+KAWASAN+SIB.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO1nLHEdI/AAAAAAAAAOY/3DT5fVOb_r8/s1600-h/auntie+Saran+&amp;amp;+Korlien.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245513611447046610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO1nLHEdI/AAAAAAAAAOY/3DT5fVOb_r8/s400/auntie+Saran+%26+Korlien.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO1gk0DII/AAAAAAAAAOg/qXq1P4W4aII/s1600-h/KKR+pendeta+son+ketua+kawasan,+Pastor,+Saran+Riung.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245513609675803778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO1gk0DII/AAAAAAAAAOg/qXq1P4W4aII/s400/KKR+pendeta+son+ketua+kawasan,+Pastor,+Saran+Riung.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO1zppviI/AAAAAAAAAOo/TlFOL11aREc/s1600-h/KKR+PENDETA+SON+2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245513614796373538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO1zppviI/AAAAAAAAAOo/TlFOL11aREc/s400/KKR+PENDETA+SON+2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO10KPIbI/AAAAAAAAAOw/-Yz88acL34o/s1600-h/KKR+PENDETA+SON+TARIAN+2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245513614933041586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO10KPIbI/AAAAAAAAAOw/-Yz88acL34o/s400/KKR+PENDETA+SON+TARIAN+2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO2MrbucI/AAAAAAAAAO4/PpffunSLzyQ/s1600-h/KKR+PENDETA+SON+TARIAN.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245513621514729922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvO2MrbucI/AAAAAAAAAO4/PpffunSLzyQ/s400/KKR+PENDETA+SON+TARIAN.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Photo:&lt;/span&gt; 1. KKR pertama;2. Pastor Yuvai (Ketua Kawasan SIB);3. auntie Saran Riung &amp;amp; Korlien di KK;4. Pastor Yating/istri(Gembala SIB Baru Jumpa), Pastor Yuvai/Istri;Puan Saran Riung (Ketua PSW. SIB Tenom).;5-7: Acara Penyambutan &amp;amp; KKR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Atas undangan Pelayanan Wanita Sidang Injil Borneo (SIB) Kawasan Tenom, Sabah Malaysia, saya dan istri berkunjung ke Malaysia sejak jumaat, 29 Agustus -2 September 2008. Undangan ini meneruskan kegiatan tahun lalu yang urung saya hadiri karena saya tidak mendapat ijin kepolisian Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Tarakan, by kapal Tawindo ke Tawau (11.00-14.45). Tawau adalah Bandar nomor dua setelah Kota Kinabalu. Setelah mengantri seperti TKI di pintu imigrasi Tawau, puji Tuhan kami berdua berhasil juga mengejar flight Air Asia ke Kota Kinabalu, pukul. 17.15 (45 menit). Maklumlah dari Pelabuhan ke Airport sekitar 35 KM.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Airport Kota Kinabalu tidak lebih besar dari Airport Balikpapan, tetapi kebersihan dan fasilitasnya tidak perlu diragukan lagi. Sempat menunggu sebentar di airport, karena memang kami maupun ibu Saran Riung yang menjemput juga tidak saling mengenal maklumlah tidak pernah berjumpa langsung. Hanya via email. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya kami berangkat dari Kota Kinabalu dengan kereta buatan Malaysia, melewati perjalanan berkelok lintas pegunungan ke kota Beaufort, Keningau dan Limbunan (Kalau tidak salah), kurang lebih 3,5 jam kami baru tiba di Tenom, sebuah kota kecil yang dikenal karena memiliki pusat pertanian dan perkebunan buah yang katanya terbesar di Asia Tenggara, serta kopi khas Tenom. Tetapi perjalanan belum berakhir karena kami masih harus menempuh 18 KM lagi menuju kampung Baru Jumpa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari (jumaat) pelayanan KKR pertama di luar dugaan, kami disambut dengan penyematan bunga, gong penyambut tamu dan menggunting pita pembukaan acara, serta disambut tarian suku Lundaye dan Murut. Seumur-umur di undang KKR baru seramai ini penyambutannya. Hari sabtu pagi sampai petang: Ceramah Keluarga, dilajutkan KKR Malam. Pada minggu pagi KKR umum dan malam KKR Pemuda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Atas anugerah Tuhan melalui doa jemaat, para Pendoa syafaat dan rekan-rekan sepelayanan di GKII Siloam Tarakan, kami dapat menjalankan semuanya dan kembali ke Tarakan pada hari selasa, tanggal 2 september 2008, dan langsung meneruskan cuti tahunan (12 hari) di Tanjung Selor dan Desa Antutan Kaltim. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari ini kami sekeluarga baru kembali ke Tarakan dan dapat mengirim sedikit cerita tentang pelayanan tersebut. Sekaligus ucapan terima kasih kepada semua yang telah mendoakan kami sepanjang pelayanan dan cuti tahun ini. Tetap berdoa..... Juga untuk seluruh peserta KKR dan Seminar tersebut, Keluarga Pastor Yating yg memberi tumpangan rumah, dan auntie Saran Riung, Amy, Ki, Ade dan ... di KK yg mengatur semua perjalanan KK-Tenom. Tak lupa untuk Tante Limsiana di Tawau yg mengatur tiket Air Asia serta hal-hal yg penting yg tak terurus karena waktu di Tawau.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;pendeta desefention w. ngir gembala sidang GKII Tarakan Kaltim&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-5516031510760652560?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/5516031510760652560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=5516031510760652560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/5516031510760652560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/5516031510760652560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/09/pelayanan-kkr-seminar-di-tenom-sabah.html' title='Pelayanan KKR &amp; Seminar di Tenom Sabah Malaysia'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SMvPlrUUYWI/AAAAAAAAAPA/9LEKEhyuu4A/s72-c/KKR+PENDETA+SON.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-7999357913229481802</id><published>2008-08-17T19:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T19:48:22.218-07:00</updated><title type='text'>Merayakan Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kemarin malam, ketika keluar rumah mencari makanan bersama putri saya Keiko, kami melewati tak kurang 5 panggung show musik RT. Mulai dari dangdut sampai dengan lagu daerah, semua dengan volume yang alamak... serta dentuman bass yang menggelegar bak meriam Belanda. Nampaknya benar-benar suatu pesta kemerdekaan. Atau hanya tak ada ide lain untuk merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa merupakan prinsip universal yang diterima bersama, namun dalam kenyataan sejarah dunia ”kemerdekaan” bukan sesuatu yang dapat di beli dengan uang di mall, lebih banyak diperjuangkan dengan airmata dan curahan darah pejuang di ujung bayonet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekarang bendera telah dikibarkan tanpa desingan peluru dan tanpa perlu berteriak ”merdeka atau mati” kecuali bernyanyi Indonesia Raya, tidakkah ini pertanda bahwa perjuangan telah selesai? Karena para pejuang maupun pemimpin revolusi sudah mati dan kita telah berulangkali mengheningkan cipta bagi mereka. Bukankah tidak ada lagi ”Londo” dan jepang yang perlu diusir? Tak perlu membawa bambu runcing, cukup menggotong bambu, mendirikan umbul-umbul. Tak perlu lagi membangun benteng, dirikan saja gapura. Siapa tahu dapat hadiah dari kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah waktu kemerdekaan, tanpa musuh asing dan penjajah yang tamak. Inilah waktu kemerdekaan bagi semua, bagi anak bangsa indonesia. Tak perlu lagi penjajah yang mencuri dan merampok, karena anak bangsa sendirilah yang merampoknya. Jangan takut karena tak ada lagi pengkhianat perjuangan dengan upah roti dan keju belanda, karena penyuap hukum melakukannya setiap waktu. Jangan kuatir akan celana karung penuh kutu busuk karena bahkan koruptor pun diberi pakaian khusus dan borgol. Jangan takut lagi dengan politik belanda memecah belah bangsa ”Divide et empera” karena tak ada lagi yang perlu dipecah belahkan, komisi pemecahan umum sudah melegalkannya dan kita lebih rela terpecah belah, karena kampanye calon pemimpin kota telah cukup mengoyakkan hubungan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan bangsa benar-benar sudah selesai. Sudah tak ada musuh penjajah, tak ada VOC pengeruk kekayaan negeri, karena tinggal kita yang disini bahkan para pejuang sudah tidak ada lagi, hanya kita saja Bangsa Indonesia, tanpa komunis bahkan tanpa ORLA dan ORBA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang benar-benar indonesia. ” Indonesia banget”, kata orang muda. Bebas dalam banyak hal, namun terbelenggu dalam penjajahan baru. Wah, di atas semua sinisme atas kondisi bangsa, banyak sekali yang dapat disyukuri dan dibanggakan sebagai bangsa indonesia. Tetapi jika ditanya kebanggaan atas apa? Ternyata sukar juga menjabarkannya. Kecenderungan manusiawi bahwa lebih mudah menemukan daftar kesalahan dari pada memberikan solusi. Lebih mudah mencari alasan untuk marah-marah dari pada alasan untuk bersyukur atas kondisi kota dan negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Karena itu jangan lupa memasang bendera di halaman gereja dan tetap berdoa bagi bangsa dan pemimpin bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Roma 13:1-5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;1. Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.&lt;br /&gt;2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.&lt;br /&gt;3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.&lt;br /&gt;4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.&lt;br /&gt;5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Desefentison W. Ngir, Gembala Sidang GKII Siloam Tarakan Kaltim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-7999357913229481802?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/7999357913229481802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=7999357913229481802' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7999357913229481802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7999357913229481802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/08/merayakan-kemerdekaan.html' title='Merayakan Kemerdekaan'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-4636387583150086700</id><published>2008-08-10T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T06:15:47.438-07:00</updated><title type='text'>Retreat di Pulau Derawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofLXZO0I/AAAAAAAAAOA/9Md45trAIqE/s1600-h/PULAU+DERAWAN+.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232875439375596354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofLXZO0I/AAAAAAAAAOA/9Md45trAIqE/s320/PULAU+DERAWAN+.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofRsK4QI/AAAAAAAAAOI/fVmnf7rxJbY/s1600-h/PENYU+DI+PULAU+DERAWAN+KALIMANTAN+TIMUR.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232875441073348866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofRsK4QI/AAAAAAAAAOI/fVmnf7rxJbY/s320/PENYU+DI+PULAU+DERAWAN+KALIMANTAN+TIMUR.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofeRn9tI/AAAAAAAAAOQ/p5zDoVcX-tE/s1600-h/PENDETA+SON+DAN+ISTRI+DI+PULAU+DERAWAN.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232875444451669714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofeRn9tI/AAAAAAAAAOQ/p5zDoVcX-tE/s320/PENDETA+SON+DAN+ISTRI+DI+PULAU+DERAWAN.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Bersama Karyawan &amp;amp; Keluarga MAF (Mission Aviation Fellowship) Base Kalimantan&lt;br /&gt;dan Staf Yayasan MAF Indonesia dari Jakarta, saya dan keluarga dapat mengunjungi Pulau Derawan. Retreat tersebut dilaksanakan sejak tanggal 31 Juli sd 02 Agustus 2008.&lt;br /&gt;Berangkat dari Tarakan dengan speedboat di charter khusus (kapasitas 40 orang mesin 400 HP) karena tidak ada jalur transportasi reguler. Dengan masa tempuh 3 jam. Memang mahal, rata-rata diperlukan 10 juta untuk biaya speedboat PP. Sedangkan untuk akomodasi bervariasi. Dari 200 ribu sampai 800 ribu. Kalau mau lebih murah bisa saja ”home stay” di rumah penduduk. Karena banyak rumah penduduk yang selama PON 2008 di gunakan atlit Layar dari seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wikipedia: &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Kepulauan Derawan (Luas 44,6 ha) adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah obyek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia. Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau Derawan, Maratua, dan Biduk Biduk, Berau.Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Baru saja merapat di dermaga, kami sudah disuguhi pemandangan natural yang sangat indah. Air laut yang jernih, terumbu karang yang cantik, dan penyu yang berenang bebas tanpa takut diburu (maklum dilindungi). Jangankan menangkap penyu, mengambil telurnya saja bisa masuk penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menginap di resort milik pak Sanusi. Cukup bagus dengan AC dan air bersih. Hanya listrik PLN baru menyala pukul 18.00-06.00. Tapi tidak masalah karena siang hari angin laut yang kencang sangat menyegarkan. Kalau masih kurang masih bisa langsung nyebur ke laut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau menyaksikan penyu bertelur atau melepaskan anak penyu ke laut bisa dilakukan setiap malam. Ada petugas konservasi yang kerjaannya nongkrong di pantai nungguin penyu bertelur lalu memindahkannya ke tempat yg aman untuk ditetaskan. Bukan pake mesin tetas, tetapi dalam pasir hangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Memang mencari pemandangan laut yang bersih tidak mudah. Puji Tuhan jika masih dapat dilihat di pulau Derawan maupun pulau karang di sekitarnya. Entah sampai kapan bisa bertahan. Karena eksploitasi pembangunan resort maupun penginapan yang menjorok ke laut nampaknya akan mengotori kawasan ini di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;3 hari di pulau Derawan cukup berkesan. Namun kehidupan harus berjalan lagi. Back to Tarakan. Mendekati pulau Tarakan, bau laut juga menusuk, namun bercampur asap kapal. Pemandangan di pelabuhan SDF Tarakan, seperti biasa: sampah dimana-mana. Saya kemudian mengeluh dalam hati: kenapa laut di Tarakan dipenuhi sampah? Lalu dari hati sendiri menjawab: Kamu juga pernah buang sampah ke laut. Wah, rencananya menyalahkan penduduk pinggir pantai, tetapi kesadaran hati berkata benar. Saya juga mengotori laut dan mendapat akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#33cc00;"&gt;Kejernihan air laut Derawan memang menawan, suatu jalan yang baik juga untuk retreat lalu menjernihkan mata rohani dalam menilai diri di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Pendeta Desefentison Gembala Sidang GKII Tarakan Kaltim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Photo: By MAF Crew &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-4636387583150086700?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/4636387583150086700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=4636387583150086700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4636387583150086700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4636387583150086700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/08/retreat-maf-di-pulau-tarakan.html' title='Retreat di Pulau Derawan'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eCK9WO-SDR8/SJ7ofLXZO0I/AAAAAAAAAOA/9Md45trAIqE/s72-c/PULAU+DERAWAN+.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-8667246915458221129</id><published>2008-06-03T07:48:00.001-07:00</published><updated>2008-06-03T07:51:47.800-07:00</updated><title type='text'>ARTICLE FROM EQUIP/JOHN MAXWELL</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Choosing the right words&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;By John Hull, President/CEO of EQUIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The difference between the right word and the nearly right word&lt;br /&gt;is the difference between lightning and a lightning bug."&lt;br /&gt;Mark Twain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     A monk asked a superior if it was permissible to smoke while praying.  The superior said, "Absolutely not!"  The next day, the monk asked the same superior if was permissible to pray while smoking.  The superior replied, "That's not only permissible, it's admirable."  The moral is:  Much depends on how and when something is presented.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     So much of how and when things are said and consequently received are directly related to the kinds of words we choose.  Proverbs 15:1and 23 give some indication of how words create reaction - either positively or negatively:  "A gentle answer turns away wrath, but a harsh word stirs up anger."  Also, "A man finds joy in giving an apt reply - and how good is a timely word."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Let's be clear:  Words have power.  They have the power to wound or win, hurt or heal, kill or kiss.  There's power in even a few words.  Take for example, the impact of three words like, "I love you."  Or, two words, "Jesus wept."  Or, just one word, "God."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Since September 11, 2001, American society has a heightened sensitivity when it comes to prominent people and their use of words.  Some public figures may have gone too in their words choice and are now paying the price.  I offer three casualties of  the "war of words":&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jerry Falwell.  When this Christian leader responded to the horror of the events of September 11 by blaming just about everyone in sight who didn't agree with his worldview; overnight, this influential voice for God and good for the last twenty years was marginalized.  His words caused embarrassment to many of his friends and supporters.  What America needed that day was the gentle words of a seasoned pastor.  But Falwell chose the wrong words at the wrong time and is paying the price.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bill Maher.  The week of the 9-11 catastrophe, Maher delivered words on his ABC show "Politically Incorrect" associating the American military's past operations against terrorism with cowardice, while crediting courage to the hijacking pilots.  By the end of the week, Maher's major sponsors like Federal Express and Sears were pulling their commercials and a dozen or so ABC affiliates across the country were not airing the show.  By the next week, "Politically Incorrect" had virtually no national sponsors with the network choosing to keep it on the air for now - on life support.  Maher chose the wrong words at the wrong time and is paying the price.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ariel Sharon.  Israel's Prime Minister expressed disdain for the Bush administration's pursuit of cooperation with Arab nations in preparation for an offensive action against terrorism.  While that alone might be understandable coming from an Israeli leader, he raised the rhetoric to suggest Sharon that America was ignoring Israel's best interest and comparing it to the activities of "appeasement" preceding  World War II when the U.S. and England were thought by many to ignore the atrocities of Hitler's armies advancing through eastern Europe.  The Bush administration condemned Sharon's remarks calling them "unacceptable."  Sharon chose the wrong words at the wrong time and is paying the price.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jerry Falwell, Bill Maher, and Ariel Sharon have apologized for their remarks.  Good for them.  But as is true for all of us when we misspeak in a public arena, the words remain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     In any relationship or circumstance, there are times when difficult things must be discussed.  The fact is, the same words, spoken on the same subject, just twenty-four hours later, or a week later, can make a world of difference in how those words are received.  Diplomats know this.  Counselors know this.  Husbands and fathers know this.  National figures, who make their living being communicators, should know this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     The lessons of Falwell, Maher and Sharon, are clear and should serve as a warning to all leaders.  If we believe we have something worthwhile to say in the public arena, it's equally important that we weigh those words before they're ever spoken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mark Twain figured that out and we should too.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;http://www.iEQUIP.org&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-8667246915458221129?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/8667246915458221129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=8667246915458221129' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8667246915458221129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8667246915458221129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/06/article-from-equipjohn-maxwell.html' title='ARTICLE FROM EQUIP/JOHN MAXWELL'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-6545235614399506103</id><published>2008-05-27T06:47:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T07:00:35.253-07:00</updated><title type='text'>PILGUB KALTIM</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Pukul 08.00, saya dan istri ikut ngantri di TPS 06, RT. 16 Kel. Karanganyar Tarakan. Seperti antrian panjang ibu-ibu membeli minyak tanah, semua ingin cepat dan dapat. Tetapi karena semua petugas nampaknya berusaha melakukan sesuai aturan maka setelah satu jam barulah saya mendapat kesempatan dan tidak lupa mencelupkan kelingking ke dalam tinta.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Ini adalah pilgub pertama di Kaltim secara langsung. Sehingga banyak calon gubernur yang tidak terlalu dikenal di daerah lain. Tak pelak lagi sejak tahun lalu sebenarnya para calon gubernur lewat mesin partai maupun tim sukses sudah bergerak terlebih dahulu. ”Curi start” atau ”numpang pengaruh jabatan”. Tanpa Panwas pun semua tahu bahwa tidak ada masa khusus kampanye apalagi masa tenang untuk tidak kampanye. Setiap hari dan setiap saat adalah peluang untuk mempengaruhi massa. Semua hanya fokus pada satu tujuan ”pilihlah” saya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jika berkampanye adalah bagian Cagub dan tim sukses maka selanjutnya adalah bagian para pemilih. Termasuk saya. Nah, ini bagian yang memerlukan pertimbangan. Sederhana atau kompleks? Karena dilatarbelakangi dengan berbagai alasan dari luar maupun motif batin pribadi. Lalu siapa yang harus saya pilih? Seseorang teman menganjurkan: ”&lt;em&gt;Pilihlah yang memiliki peluang paling besar untuk menang!, Jangan pilih yang akan kalah pak pendeta&lt;/em&gt;” . Hmm, tapi siapa yah yang memiliki peluang paling besar untuk menang? Pendeta seperti saya tak punya kemampuan menganalisanya. Lagipula, apakah hanya karena itu? Mungkin harus ada alasan rohani? Kemudian tanpa diminta seorang datang berkunjung dan berkata: ”&lt;em&gt;Saya rajin berdoa pak, dan Tuhan biasanya memberi petunjuk langsung kepada saya. Jadi inilah calon yang Tuhan katakan tepat untuk dipilih.&lt;/em&gt;” Wah, semakin repot nih. Tak ubahnya, seperti dasar menetapkan tentang tahun transformasi indonesia. Lalu menuai repot nasi dan kesatuan menjadi perpecahan. Tetapi dikemas ulang dan dinyatakan ditangguhkan Tuhan atau Menjadi tahun penuaian.  Suatu harapan manusia tetapi bukan His Time. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Mungkinkah ini lebih baik dari memilih karena mendapat sumbangan pembangunan gereja atau menggerakkan massa karena pemimpin rohani mendapat ”jatah” untuk membuka mulut sedikit. Tak pelak lagi, mengajukan proposal sumbangan gereja maupun kegiatan gereja menjadi marak. Seolah berkata ”&lt;em&gt;berilah” maka kami memilih anda"&lt;/em&gt;. Tetapi sebagaimana ikatan mamon tidak abadi, maka hubungan karena uang biasanya tak ditepati. Semua pemberian diterima dengan janji tak terucapkan, seolah jawaban doa minggu pagi. Tetapi dibilik pemilihan tak perlu ingat berterima kasih. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;strong&gt;Jadi partai dan gereja: apakah masih berbeda? Pendeta dan politisi apakah itu jabatan yang sama? Tampaknya, kami begitu rentan terhadap ujian. Tak beda jauh dengan serbuan tukang ojek meminta baju kaus, uang bensin dan nasi bungkus. Ternyata godaan suap dan manipulasi bukan hanya milik pejabat yang sering dituding oleh ”suara kenabian”. Jika ”suara kenabian” itu menjadi tawar dengan apakah ia akan diasinkan, kecuali dibuang dan diinjak orang.&lt;br /&gt;Jadi ketika pilihan tidak lagi karena pemahaman akan keunggulan namun keuangan, kesukuan dan keagamaan maka apakah masih ada harapan bagi perubahan masa depan? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;(Pengkhotbah 9:11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;PILGUB KALTIM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;PENDETA DESEFENTISON W. NGIR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-6545235614399506103?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/6545235614399506103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=6545235614399506103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/6545235614399506103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/6545235614399506103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/05/pilgub-kaltim.html' title='PILGUB KALTIM'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-796164223774957127</id><published>2008-04-28T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-28T08:06:57.810-07:00</updated><title type='text'>DIAGNOSA YG TIDAK INGIN DIKETAHUI</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;II Timothy 3:16,17&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;All scripture is given by inspiration of God , and  is profitable for doctrine, for reproof , for correction, for  instruction in  righteousness:  That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good works. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;         Seseorang yang disarankan oleh dokter untuk mengadakan checkup kesehatan di Laboratorium berkata kepada saya:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Saya akan memeriksa (check up) kesehatan di laboratorium besok, jadi doakan supaya tidak ditemukan apapun.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Saya tertawa, dan berkata:  “&lt;em&gt;Ngapain ke Laboratorium?.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya, kata dokter sih untuk check penyebab penyakit.”&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Kalau begitu,  saya pikir berdoa saja supaya sembuh, atau jika perlu ke Laboratorium mintalah supaya ditemukan apa penyebab gejala penyakit yang selama ini tidak diketahui oleh dokter.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;            Pada kondisi lain, beberapa anggota jemaat juga sering berkata: ”&lt;em&gt;Itu sebabnya saya tidak mau mau ke dokter apalagi laboratoriun, karena tidak mau tahu penyakit saya.”&lt;/em&gt;  Cara berpikir yang aneh, tetapi menjadi kelaziman bagi beberapa orang.  Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata ada semacam kekuatiran bahwa jika ia tahu penyakitnya maka pikirannya tidak siap menanggung beban tersebut.  Orang semacam ini dapat menjadi lebih  sakit akibat pikirannya daripada penyakit yang sesungguhnya.  Sebagian lain, karena tidak bersedia mengubah pola makan maupun pola hidup. &lt;br /&gt;            Lebih mudah untuk berpura-pura tidak tahu bahwa diakhir semua gejala yang muncul sebenarnya ada bahaya besar.  Penyakit telah kronis dan istri menangis karena status janda mendekat setiap sesak nafas berkunjung.  Suami yang mengakui mencintai istri dan anak-anaknya, namun mengabaikan apa yang baik bagi kesehatannya sendiri. &lt;br /&gt;            Menjalani  pemeriksaan Laboratorium namun tidak mau ditemukan apapun atau tidak mau ke dokter/Laboratorium karena takut didiagnosa penyakitnya adalah suatu gambaran yang paralel terhadap kecenderungan  kita memperlakukan diri dihadapan Allah dan kebenaran FirmanNya. &lt;br /&gt;Membaca Alkitab, namun berharap tidak menemukan apa-apa selain peneguhan dan penghiburan.  Ke gereja dan KKR namun tidak siap untuk ditegur dan dinasehati.  Padahal jika Firman Tuhan lebih tajam dari pedang bermatadua, siapakah yang tidak terluka jika terkena.  Atau jangan-jangan kita telah ”kebal” semua sehingga sebanyak apapun Firman Kebenaran  yang didengar  namun was wes wos, jauh panggang dari api. &lt;em&gt;Nothing happened&lt;/em&gt;.  &lt;em&gt;Atawa&lt;/em&gt; kita juga  jagoan ”menangkis” serangan.  Pukul tiang kena tembok. Kotbah yang didengar hanya cocok untuk tetangga atau orang lain.  Alhasil, tak ada hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;IITimotius&lt;br /&gt;3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.&lt;br /&gt;17  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.&lt;br /&gt;4:1  Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:&lt;br /&gt;2  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.&lt;br /&gt;3  Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.&lt;br /&gt;4  Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.&lt;br /&gt;5  Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Pendeta desefentison W. Ngir, Gereja Kemah Injil Indonesia Tarakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-796164223774957127?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/796164223774957127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=796164223774957127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/796164223774957127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/796164223774957127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/04/diagnosa-yg-tidak-ingin-diketahui.html' title='DIAGNOSA YG TIDAK INGIN DIKETAHUI'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-4160973476468363044</id><published>2008-04-08T07:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T07:53:23.163-07:00</updated><title type='text'>PRESIDEN SBY MARAH KARENA PESERTA TIDUR</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uGmcd5B6I/AAAAAAAAAN4/zNT3S8Kb1QQ/s1600-h/presiden+SBY+marah.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186887390881974178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uGmcd5B6I/AAAAAAAAAN4/zNT3S8Kb1QQ/s320/presiden+SBY+marah.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari ini (Selasa, 8 April 2008), dalam berita malam TV One, presiden SBY nampaknya tidak dapat menahan kemarahannya melihat beberapa peserta rapat tertidur sementara ia menyampaikan sambutan. Saya hanya melihat sekilas sehingga tidak mengetahui secara pasti dalam event apa, namun yang pasti ini bukan, SBY dalam parodi Republik BBM. Bahwa presiden Republik Indonesia menyampaikankan kekecewaannya dalam bentuk kemarahan adalah sesuatu yang pasti menimbulkan berita maupun polemik dalam beberapa hari kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang luarbiasa melihat banyak beberapa orang tertidur dalam pertemuan umum. Mulai dari rapat RT, sampai ke sidang parlemen (DPR/MPR); Juga dapat terjadi dalam Kebaktian minggu pagi sampai kepada kebaktian doa dimana jemaat selalu menganggukkan kepalanya bahkan berdoa sangat panjang sampai akhir kebaktian. Hal ini seringkali tidak berhubungan dengan apakah teknik penyampaian sangat komunikatif maupun karena topik yang membosankan. Beberapa orang memang selalu tertidur jika duduk dan tidak melakukan apa-apa mungkin karena penyakit. Beberapa lagi mungkin karena terlalu lelah bekerja secara fisik maupun mental sepanjang malam. Beberapa mungkin mengantuk karena menonton pertandingan bola sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penyebab ”tertidurnya” para peserta rapat tidak diketahui, maka sama halnya bahwa kemarahan presiden dalam pertemuan hari ini dan bukan pada pertemuan yang lain juga tidak diketahui penyebabnya. Walaupun ia mengatakan banyak alasan yang baik dan seharusnya dilakukan oleh para peserta pertemuan itu sebagai ”orang-orang yg dipilih oleh rakyat” namun suatu kemarahan seringkali tidak benar-benar bangkit karena ”idealisme” terhadap penegakan kebenaran. Kemarahan itu bisa muncul karena hal-hal yang dianggap sebagai serangan terhadap harga diri pribadi. Padahal dapat saja terjadi bahwa orang-orang tersebut justru tidur karena kelelahan melayani masyarakat atau kurang tidur karena bergadang membuat rancangan, atau akibat sebuah alasan yang sederhana, seperti kelelahan mengurus istri yg sakit atau anak yang rewel sepanjang malam. Lagipula, siapa sih yang mau sengaja tidur di depan orang paling terhormat di negara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua alasan di atas ternyata bukan, maka mungkin saja sesuai yang ditulis oleh John Maxwell (Million Leader Mandate/EQUIP) bahwa: &lt;em&gt;Tak ada pokok bahasan yang yang membosankan, yang ada hanyalah Pembicara yang membosankan. Tak ada pendengar-pendengar yang sepele, yang ada hanya Pembicara yang kurang berarti. Jika anda tertarik pada Pendengar anda mereka akan tertarik pula pada anda.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagai seorang pengkhotbah saya juga tidak suka jika orang tertidur di saat saya berkhotbah, tetapi saya harus selalu sadar bahwa selalu ada penyebab yang saya tidak ketahui mengapa beberapa orang tertidur. Atau mungkin saja, metode penyampaian sayalah yang menyebabkan mereka tertidur, namun tetap bukan suatu serangan terhadap diri saya, apalagi menyebutkan bahwa mereka tidak menghormati Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perlu selalu diingat bahwa terdapat godaan untuk berpikir seperti: &lt;em&gt;Jika saya pemimpin, maka seharusnya semua orang memperhatikan apa yang saya katakan. Jika saya pemimpin maka seharusnya semua yang saya katakan adalah kebenaran yang harus dijalankan tanpa pertanyaan. Ia berpikir bahwa orang mengikutinya karena jabatan atau kedudukannya, atau ia berpikir bahwa ia pembicaraannya pasti menarik perhatian karena kedudukannya (posisinya).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pdt. Desefentison, Tarakan Kaltim :"Presiden SBY marah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-4160973476468363044?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/4160973476468363044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=4160973476468363044' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4160973476468363044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4160973476468363044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/04/presiden-sby-marah-karena-peserta-tidur.html' title='PRESIDEN SBY MARAH KARENA PESERTA TIDUR'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uGmcd5B6I/AAAAAAAAAN4/zNT3S8Kb1QQ/s72-c/presiden+SBY+marah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-1954293705499564242</id><published>2008-04-08T07:20:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T07:50:36.844-07:00</updated><title type='text'>BOHONG KEPADA TUHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uGC8d5B5I/AAAAAAAAANw/wyFBIQxXWJ8/s1600-h/bohong+kepada+tuhan1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186886780996618130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uGC8d5B5I/AAAAAAAAANw/wyFBIQxXWJ8/s320/bohong+kepada+tuhan1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah kebaktian, hampir semua yang hadir tertawa ketika seorang ibu menyampaikan permintaan doanya. “&lt;em&gt;Doakan saya dan suami yang sedang mengalami masalah komunikasi. Saya mengakui bahwa memang ada sesuatu yang saya tidak sampaikan kepada suami sehingga ia menganggap saya telah berbohong dan seharusnya selalu terbuka kepadanya. Saya sudah katakan kepadanya bahwa &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;kepada Tuhan saja saya sering bohong apalagi kepada kamu yang adalah manusia.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Walaupun tertawa, saya pikir semua kami menyadari bahwa ini bukan hanya masalah dirinya. Kejujurannya dalam mengungkapkan adanya persoalan memang mengejutkan karena kita diajar untuk menciptakan kesan keluarga tanpa masalah atau memasang wajah “cool” sebaik mungkin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terlebih ia telah menyingkapkan realitas perilaku manusia terhadap Dia yang Maha Tahu. Tak terhitung kebohongan yang kita lakukan. Kebohongan atas nama kebaikan, alias menghindar dari kesulitan yang dekat dengan cara menutupi masalah. Sebuah cara penundaan masaalah, namun memelihara sumber masalah, menyimpannya bak deposito lalu menuainya sepanjang hidup. Layaknya seorang investor amatir, selalu mengejar untung jangka pendek lalu buntung dimasa depan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada dasarnya semua dosa yang kita lakukan baik melalui pikiran, perasaan maupun perbuatan adalah sebuah kebohongan kepada Allah yang Maha Tahu. Secara teologis kita percaya dan mengakui kemahatahuanNya, namun mengabaikankan realitas kehadiranNya. Seperti seorang anak yang tertangkap karena mencuri kue. Ketika ditanya: apakah kamu tahu ada Tuhan yang melihatmu? Ia menjawab: ”saya tahu bahwa Tuhan melihatku di dapur ”. ”Lalu mengapa kamu tetap mencuri?” Ia menjawab: ”abis, enak sih! Nah lohhh... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi boong-boongan bukan hanya menyangkut mendustai manusia, tetapi berhubungan dengan sikap terhadap Pencipta Kehidupan, yang mengenal masa lalu, masa kini dan masa depan;yang mengetahui pikiran, rencana, maupun perasaan secara lengkap dan tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Matius 5:37: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes 8:44: Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-1954293705499564242?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/1954293705499564242/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=1954293705499564242' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/1954293705499564242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/1954293705499564242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/04/bohong-kepada-tuhan.html' title='BOHONG KEPADA TUHAN'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uGC8d5B5I/AAAAAAAAANw/wyFBIQxXWJ8/s72-c/bohong+kepada+tuhan1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-2853582338407480256</id><published>2008-04-04T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T07:36:13.173-07:00</updated><title type='text'>Jalan Salib</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uCR8d5B4I/AAAAAAAAANo/x-HO0p29mTQ/s1600-h/JALAN+SALIB+YESUS+KRISTUS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186882640648144770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uCR8d5B4I/AAAAAAAAANo/x-HO0p29mTQ/s320/JALAN+SALIB+YESUS+KRISTUS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#006600;"&gt;Jalan Salib Yang Sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Bagi Para Peziarah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Tampaknya jalan berdebu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;yg pernah dilalui Yesus di Yerusalem &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;tak pernah lagi menarik untuk dilintasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Tidak juga oleh kita, orang Kristen modern&lt;br /&gt;Kita hanya melihat kayu salib di Bukit Golgota dan&lt;br /&gt;mengingat 6 jam penderitaan tergantung di salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Kita lupa bahwa Ia sudah memulainya sejak dilahirkan dan menjalani hidup yang berbeda &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;bahkan lebih radikal bagi konsep iman zaman itu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;bahkan bagi zaman ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Jika tapak kakiNya terluka tergores batu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;para murid mungkin menganggap &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Bahwa Ia akan segera mengusap lukaNya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;lalu membuat satu lagi mujizat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Tetapi ternyata Ia tidak melakukannya seperti pikiran mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Luka kakinya mungkin masih berdarah, tetapi Ia segera menjamah seorang kusta dan menyembuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia haus dipinggir sumur, tetapi Ia memilih &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;tidak membuat air memancar keluar dari batu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Ia duduk di sana menanti &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;seorang yg memerlukan air kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Ia berhaus-haus untuk memuaskan dahaga jiwa seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Ia lapar, tetapi tidak membuat batu menjadi roti &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;atau pohon ara berbuah lebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak mencintai penderitaan atau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;sengaja mencari-cari penderitaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Ia tahu mana penderitaan yang harus dihadapi dan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;mana yang harus dihindari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Dia tahu waktu yang tepat, untuk bertindak pergi atau tidak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Ia tidak menangisi DiriNya, tetapi menangisi Yerusalem. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#990000;"&gt;Ia berdiam dalam mengalami ketidakadilan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan mengampuni ketika penyiksaan teramat sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tetapi kini,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#006600;"&gt;Para peziarah hanya melihat pohon Ara Zakheus, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#006600;"&gt;tapi tidak pernah memanjatnya, tidak juga merasa perlu merendahkan diri seperti orang pendek itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#006600;"&gt;Bahkan kadang merasa lebih suci setelah di baptis di sungai Yordan dan jika telah sejenak mencoba memikul salib kayu.&lt;br /&gt;Bukankah seharusnya hatinya menjadi lebih baik dari hati Namaan setelah merendam diri di sungai itu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Atau hati hancur seperti mereka yg menyambut pemberitaan Yohanes di tepi sungai yg sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Kita ahli seperti orang Yahudi seperti yang dikatakan Yesus: membangun kuburan nabi setelah membunuhnya, dan membuat kita merasa aman melihat Golgota dalam gereja tua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Bagaimana mungkin kita naik perahu Petrus di danau Galilea dan tidak menemukan Yesus tertidur ketika badai, berada di bukit Zaitun tapi tidak berdoa?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pergilah berziarah ke Yerusalem.&lt;br /&gt;Carilah jejak kaki yang pernah dijalaniNya&lt;br /&gt;Mungkin engkau akan mengerti&lt;br /&gt;Mengapa Ia mau datang di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;@Desefentison W. Ngir, M.A &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Jalan salib &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-2853582338407480256?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/2853582338407480256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=2853582338407480256' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/2853582338407480256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/2853582338407480256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/04/jalan-salib-yg-sesungguhnya.html' title='Jalan Salib'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R_uCR8d5B4I/AAAAAAAAANo/x-HO0p29mTQ/s72-c/JALAN+SALIB+YESUS+KRISTUS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-7390189828735835323</id><published>2008-03-01T06:01:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T06:10:57.931-08:00</updated><title type='text'>PASKAH: KEMATIAN YG MEMBAWA KEHIDUPAN I</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8ljl_EiPjI/AAAAAAAAANg/7JsH86Bp5mw/s1600-h/PASKAH+PASKAH+KEBANGKITAN+YESUS+KRISTUS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172775151248490034" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8ljl_EiPjI/AAAAAAAAANg/7JsH86Bp5mw/s400/PASKAH+PASKAH+KEBANGKITAN+YESUS+KRISTUS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; paskah maret tahun 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;YOHANES 12:20-36&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;beberapa orang Yunani.&lt;/span&gt; Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."&lt;/span&gt; Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.&lt;br /&gt;Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;hidup yang kekal.&lt;br /&gt;Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERAYAAN PASKAH SUDAH DEKAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kamis sore domba paskah disembelih mengingat peristiwa malam sebelum Umat Israel berangkat dari Mesir. Bulan itu menjadi bulan pertama dalam tahun Israel (Nisan/Abib).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kitab Keluaran 12 ayat 1-3:&lt;/span&gt; &lt;em&gt;Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga."&lt;br /&gt;ayat 26-27 "Dan apabila anak-anakmu berkata kepadamu, apakah artinya ibadahmu ini? maka haruslah kamu berkata, itulah korban Paskah bagi Tuhan yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita. Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam Teks ini Orang-orang Yunani juga mencari Yesus.&lt;/span&gt; Semua orang tahu bahwa banyak pemikiran-pemikiran yang hebat dihasilkan oleh para filsuf Yunani. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Namun dibandingkan Yesus Kristus tak akan pernah dapat menandingi hikmat dan kuasaNya. Karena sebagaimana dalam kitab Roma 1:18-23 menyimpulkan bahwa BANGSA DGN PERADABAN TINGGI, PEMIKIRAN ULUNG, PEDAGANG ULUNG, MISTIKUS, POLITIKUS, PEMIMPIN AGAMA, DERMAWAN NAMUN TANPA PENGENALAN &amp;amp; PENERIMAAN AKAN YESUS KRISTUS “TAMPAK BERHIKMAT” TETAPI ALKITAB MENYEBUTNYA TELAH MENJADI BODOH KARENA MENGGANTI KEMULIAAN ALLAH YG TDK FANA DGN GAMBARAN MIRIP MANUSIA, BURUNG-BURUNG, BINATANG ATAU BINATANG MENJALAR(SIMBOL/OBJEK PENYEMBAHAN)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEJALAN DENGAN PERINTAH TUHAN DALAM KELUARAN 20:2-5:&lt;br /&gt;2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya”. (IDOL=ILAH/DEWA=BERHALA)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Paskah paskah 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;TIDAK BERARTI BAHWA ORANG TANPA TUHAN YESUS BERPERILAKU JAHAT, BERSIFAT JELEK, BODOH SECARA INTELEKTUAL, SERAKAH &amp;amp; PELIT, PEMBUNUH &amp;amp; PERUSAK, PEMERKOSA &amp;amp; PEMFITNAH, PEZINAH &amp;amp; KORUPTOR, PEMALAS DAN PENGKHIANAT. Karena SEMUA MANUSIA MEMILIKI HATI NURANI maupun PRINSIP MORAL UNIVERSAL (ATURAN KEBAIKAN UMUM), ATURAN MASYARAKAT dan ATURAN BANGSA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal Ini Menjamin adanya Keteraturan Dan Standar Moral Yg Sama Utk Mencegah Kekacauan dalam Keluarga, Masyarakat Dan Bangsa TAPI SUKU BANGSA DGN KEUNGGULAN DALAM TEKNOLOGI, KEBUDAYAAN, SENI, MORAL UMUM&lt;br /&gt;TIDAK SELALU BERHUBUNGAN DENGAN KEMAJUAN SPIRITUAL SEJATI (KEBANYAKAN USAHA SPIRITUAL MANUSIA BERHUBUNGAN DENGAN PENCARIAN MATERI/BERKAT JASMANI/RASA AMAN/RASA DAMAI ATAU JIKA TIDAK DARI AJARAN ASLINYA TELAH BERGESER TUJUAN UTAMANYA)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lagi Pula TIDAK SEMUA HAL DIMILIKI HANYA KARENA UNGGUL DALAM SUATU BIDANG:&lt;br /&gt;BANGSA DGN PERADABAN TINGGI, PEMIKIR ULUNG, PEDAGANG ULUNG, MISTIKUS, POLITIKUS, PEMIMPIN AGAMA, DERMAWAN, SOPAN, ETIKET TINGGI&lt;br /&gt;Sebagaimana Org kaya tidak pasti bahagia? Org miskin tidak pasti rendah hati? Pedagang kain yg sukses pasti sukses disemua jenis bisnis lain? Dokter selalu sehat dan tidak mungkin sakit. Jika cantik pasti gampang dapat jodoh? Kalau cinta pasti rukun? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Paskah Paskah 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;MANUSIA TANPA YESUS KRISTUS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;DAPAT SAJA MENJADI MANUSIA YG TERTIB, BAIK, SUKSES, SENANG, BEBAS, MAJU, SEHAT, MAKMUR, CANTIK, KUAT, GAGAH, KAYA, BERAGAMA, BERETIKA, PENUH TOLERANSI, SABAR, ALWAYS SMILE, PANJANG UMUR, TENANG-TENANG SAJA, PENUH PERHATIAN, PEDE, TETAPI TANPA TUHAN YESUS PADA AKHIRNYA BINASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Amsal 16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Markus 8:30: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;tetapi ia kehilangan nyawanya?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;HANYA YESUS YANG PERNAH BERKATA BERKATA&lt;br /&gt;“AKULAH JALAN DAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP TDK ADA SEORANGPUN SAMPAI KEPADA BAPA JIKA TDK MELALUI AKU”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Pendeta desefentison W. Ngir "Paskah Paskah Maret 2008"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-7390189828735835323?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/7390189828735835323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=7390189828735835323' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7390189828735835323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7390189828735835323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/03/paskah-kematian-yg-membawa-kehidupan-i.html' title='PASKAH: KEMATIAN YG MEMBAWA KEHIDUPAN I'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8ljl_EiPjI/AAAAAAAAANg/7JsH86Bp5mw/s72-c/PASKAH+PASKAH+KEBANGKITAN+YESUS+KRISTUS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-4819370319849444509</id><published>2008-03-01T05:53:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T06:01:14.385-08:00</updated><title type='text'>PASKAH: KEMATIAN YG MEMBAWA KEHIDUPAN II</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8lhfPEiPiI/AAAAAAAAANY/aVpYvH_blvU/s1600-h/PASKAH+PASKAH+KEBANGKITAN+YESUS+KRISTUS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172772836261117474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8lhfPEiPiI/AAAAAAAAANY/aVpYvH_blvU/s400/PASKAH+PASKAH+KEBANGKITAN+YESUS+KRISTUS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;YOHANES 12:20-36&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;4 Akibat Kematian Kristus di Kayu Salib: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;1. Tanpa pengorbanan/kematian Yesus tidak akan ada kehidupan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Efesus 2:1,4,5: - Didalam dosa=mati&lt;br /&gt;- Didalam Yesus=Hidup&lt;br /&gt;Yohanes 12:24,25: &lt;em&gt;Aku berkata kepadamu&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.&lt;/em&gt; Kehidupan manusia hanya berbuah apabila sumber kehidupan ada didalamnya.&lt;br /&gt;-&lt;span style="color:#3366ff;"&gt; Berbuah: Menghasilkan;Berarti;Bernilai;Berguna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;2. Orang yang hanya hidup untuk mempertahankan kehidupan justru akan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;kehilangan Hidup Yang Sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yohanes 12:25: &lt;em&gt;Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Mencintai nyawa/hidupnya: Mengisi hidup hanya utk tubuh dan kenikmatan&lt;br /&gt;Melayani Tuhan=Mengikut Tuhan=Berada dimana Tuhan ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;3. Kehidupan dibebaskan dari perbudakan Setan (penguasa Dunia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yohanes 12:31: &lt;em&gt;Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;- JIKA DULU SETAN DILEMPARKAN KE BUMI, MAKA SALIB KRISTUS MELEMPARKAN IBLIS KELUAR. Salib Kristus (Darah Yesus) menjadi tanda kemenangan atas Setan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;4. Kehidupan ada karena Salib Kristus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yohanes 12:32-34: &lt;em&gt;dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?"&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemberitaan tentang Salib (Berita tentang pengorbanan Yesus) adalah daya tarik kekristenan sejati. Bukan musik, berkat, kesembuhan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;5. Kehidupan yang diterangi oleh Terang Dunia menjadikan kita anak terang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yohanes 12:35-36: &lt;em&gt;Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Pendeta desefentison W. Ngir, Paskah paskah Yesus Kristus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-4819370319849444509?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/4819370319849444509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=4819370319849444509' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4819370319849444509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4819370319849444509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/03/paskah-kematian-yg-membawa-kehidupan-ii.html' title='PASKAH: KEMATIAN YG MEMBAWA KEHIDUPAN II'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8lhfPEiPiI/AAAAAAAAANY/aVpYvH_blvU/s72-c/PASKAH+PASKAH+KEBANGKITAN+YESUS+KRISTUS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-7558219657047755502</id><published>2008-02-25T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T06:19:23.450-08:00</updated><title type='text'>Lay Counselor I</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8LNiGSI9YI/AAAAAAAAANQ/-OqAmHGL2EY/s1600-h/WHY.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170921307860694402" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8LNiGSI9YI/AAAAAAAAANQ/-OqAmHGL2EY/s400/WHY.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dr. Larry Crabb. dalam "&lt;em&gt;Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah&lt;/em&gt; (Yayasan Andi &amp;amp; Yayasan Kalam Hidup. 1995. hal. 1) menyatakan bahwa: "&lt;em&gt;Tidak ada satupun orang Kristen yang dengan serius berusaha mendalami pengenalan pada Kristus secara rutin mengalami sukacita yang penuh semangat, berapi-api yang begitu sering dianggap sebagai kehidupan Kristen yang normal. Setiap orang memiliki pergumulan-pergumulan yang nyata dan berat, yang tidak dapat dihilangkan melalui pengabdian kepada Kristus. Kebenaran yang keras adalah bahwa hidup bagi Tuhan kadang-kadang menambah beratnya pergumulan itu.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kekristenan dewasa ini lebih sering digambarkan sebagai sebuah agama yang dapat memberikan  kesuksesan, kegembiraan hidup, hidup penuh berkat, kesembuhan penyakit, kelepasan dari setan, pengalaman rohani yang lebih nyata ”merasakan” kehadiran Tuhan serta mengetahui lebih banyak tentang detail masa depan. Intinya suatu hidup yang lebih mudah karena ”bersama Tuhan anda akan melakukan perkara-perkara yang besar”. Kristen ”versi populer” semacam ini memang memiliki daya tarik yang kuat sehingga lebih sering ditonjolkan ketika mengajak seorang teman mengikut Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saya percaya bahwa dalam kedaulatan kekuasaan dan kasih Allah, semua hal tersebut dapat saja menjadi pengalaman seorang kristen. Namun realitas lain dalam kehidupan kristen yaitu adanya penderitaan karena persoalan dosa, penderitaan menghadapi pencobaan, penderitaan karena masalah emosional, penderitaan karena nama Yesus, persoalan karena konsep dan pola hidup yang tidak sesuai Alkitab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kebanyakan orang kristen tidak ingin dianggap memiliki persoalan rohani, emosional apalagi moral. Perhatikan bahwa sangat mudah, bahkan dengan senang, kita mengeluh tentang rasa sakit: sakit kepala, sakit gigi, sakit lutut, asam urat dan kolestrol, hipertensi, diabetes, katarak, jantung dan kanker. Terkadang dengan bangga beberapa orang berkata: ”&lt;em&gt;Itu belum seberapa, kalau saya gudang penyakit&lt;/em&gt;.”, atau sebelum ditanya dokter sudah menceritakan semua keluhan penyakit yang dirasakan. Tetapi tentang penyakit rohani maupun masalah moral akan berupaya ditutup dengan berbagai macam cara. Walaupun ada juga orang yang secara langsung menceritakan ”penyakit rohani” yang mereka alami, namun secara umum tidak ada yang bersedia menceritakan persoalan rohani maupun persoalan emosional secara terbuka sebelum mengalami kondisi yang buruk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Inilah sebabnya mengapa kita memiliki jawaban standar untuk pertanyaan ”&lt;em&gt;apa khabar&lt;/em&gt;”, yaitu ”&lt;em&gt;baik-baik saja&lt;/em&gt;” atau beberapa orang dilatih untuk mengatakan ”luarbiasa”. Padahal semua manusia dapat memiliki persoalan emosional, persoalan moral maupun persoalan rohani yang sama wajarnya dengan memiliki ”segudang” peyakit jasmani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jika orang jahat ditangkap dan masuk penjara maka ada peluang bagi pertobatan dan perubahan kehidupan. Tidak ada tempat lagi untuk bersembunyi, segala kejahatan dibuka dan dibicarakan, lalu sanksi dijatuhkan. Walau menyakitkan dan menyedihkan namun jalan perbaikan sedang dituju. Namun apa yang akan terjadi jika seorang kristen lebih mementingkan gambaran diri yang sempurna (citra/image) tetapi bukan karakter yang benar? Yang pasti ialah kepalsuan yang dalam dengan akhir yang menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ini dapat terjadi salah satunya karena perlakuan kita yang tidak benar terhadap mereka yang mengalami persoalan atau melakukan tindakan yang menimbulkan persoalan. Bukannya segera ditolong, dihibur, dinasehati atau menegur bila terjadi kesalahan, tetapi lebih suka mendiamkannya. Sehingga waktu dihabiskan untuk membicarakan dan menganalisa ”apa dan bagaimana sampai hal tersebut terjadi.” Bahkan ketika orang tersebut mengakui kesalahannya, tekanan baru akan muncul karena ketidakrelaan jemaat untuk menerima kembali. Akibatnya, orang kristen lebih suka menyimpan masalah rohani maupun moral daripada membukanya secara jujur apalagi mencari pertolongan lewat konseling. Karena harga yang harus dibayar nampaknya terlalu besar secara sosial dan komunitas orang percaya ”lebih suka” kepalsuan. Suatu dorongan tanpa sadar agar kita dengan sengaja menciptakan gambaran diri sebagai orang kristen ”tanpa masalah rohani.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kecenderungan di atas menyebabkan banyak persoalan dan penderitaan yang seharusnya dapat dihadapi dan dipecahkan dalam konteks hidup bersama seolah-olah menjadi ”the untouchable”. Seperti seseorang yang tersesat dalam perjalanan, semakin lama berjalan semakin banyak persimpangan jalan yang dilalui, maka semakin sulit untuk mengingat dimana awal dari perjalanan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namun dalam hubungan pribadi yang dipenuhi dengan kepercayaan dan penerimaan, sebenarnya jauh lebih mudah seseorang menyatakan persoalan yang dihadapinya. Bukan kepada konselor profesional, psikolog, psikiater maupun rohaniawan namun kepada teman maupun sahabat. Lagi pula jika semua anggota jemaat yang mengalami masalah datang kepada seorang gembala sidang untuk meminta waktu konseling, maka saya yakin sang gembala pasti tidak akan sempat melakukan hal yang lain, kecuali duduk mendengar sepanjang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dalam kondisi semacam ini Dr. Larry Crabb (5:1995) menyatakan bahwa: ”&lt;em&gt;menurut pandangan saya, setiap pendekatan terhadap konseling yang benar-benar alkitabiah akan berfungsi sangat efektif jika dipraktekkan dalam konteks tubuh lokal dari orang-orang percaya&lt;/em&gt;.” Lebih lanjut dijelaskan olehnya (6,7:1995) bahwa: ”&lt;em&gt;Konseling bukan merupakan sebuah disiplin ilmu seperti kedokteran gigi atau kedokteran umum yang pada dasarnya bergantung kepada perkembangan pengetahuan teknis yang dijalankan oleh seorang profesional yang benar-benar terlatih. Konseling lebih banyak merupakan hubungan yang utama dan sangat penting antara orang-orang yang menaruh perhatian.... Namun ketika kita mempertimbangkan bahwa manusia adalah makluk pribadi yang diciptakan dalam gambar Allah dan dimaksudkan untuk bersekutu dengan Allah, maka kita menyadari bahwa konseling yang sangat menekankan dimensi antar manusia dari kepercayaan, perhatian, dan penerimaan dapat sungguh-sungguh efektif.” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Alasannya menurut Crabb (7:1995) :”&lt;em&gt;karena konseling yang efektif membutuhkan baik hubungan yang penuh perhatian dan pengertian akan fungsi manusia, maka kita perlu menemukan orang-orang percaya yang dewasa di dalam gereja-gereja lokal kita yang dipenuhi dengan kasih Kristus dan melatih mereka di dalam wawasan dan keahlian konseling.&lt;/em&gt;” Apa yang diungkapkan oleh Crabb sejalan dengan perkataan Paulus ”&lt;em&gt;Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus&lt;/em&gt;.” (Galatia 6:2) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada hakikatnya Crabb menyatakan sesuatu yang berhubungan juga dengan prinsip efesus 4:11,12: &lt;em&gt;Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus&lt;/em&gt;,” Jika orang kristen dilatih juga dalam pelayanan ini maka saya yakin daya jangkau dan efektifitas mereka akan semakin meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dr. Larry Crabb. &lt;em&gt;Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah&lt;/em&gt;. Yayasan Andi &amp;amp; Yayasan Kalam Hidup. 1995&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Desefentison W. Ngir Gembala Sidang GKII Siloam Tarakan &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-7558219657047755502?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/7558219657047755502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=7558219657047755502' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7558219657047755502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/7558219657047755502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/02/lay-counselor-i.html' title='Lay Counselor I'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8LNiGSI9YI/AAAAAAAAANQ/-OqAmHGL2EY/s72-c/WHY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-8745187818446311656</id><published>2008-02-25T06:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T06:08:25.440-08:00</updated><title type='text'>Lay Counselor II</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8LLWWSI9XI/AAAAAAAAANI/wJcNhIUt4FU/s1600-h/DIAGRAM+KONSELING+CRABB.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170918906973975922" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8LLWWSI9XI/AAAAAAAAANI/wJcNhIUt4FU/s400/DIAGRAM+KONSELING+CRABB.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Crabb kemudian menunjukkan suatu model konseling yang dilaksanakan oleh sesama orang kristen yang dewasa serta dilatih. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Diagram 1&lt;/span&gt; menunjukkan tiga kemungkinan tahap/level konseling. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ia menyatakan bahwa semua anggota tubuh Kristus dapat dan harus terlibat dalam konseling &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Level I.&lt;/span&gt; Artinya: untuk persoalan yang menyangkut masalah perasaan (emosional) semua anggota jemaat harus dapat memberikan konseling melalui memberi DORONGAN (motivasi) yang sesuai prinsip-prinsip Alkitab, dengan tujuan akhir berkenaan dengan perasaan yang benar (misal benci menjadi dapat mengasihi/mengampuni;sedih menjadi bersikacita dalam Tuhan;Kuatir menjadi percaya kepada Tuhan dll). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Level II,&lt;/span&gt; berkenaan dengan persoalan perilaku/tingkah laku (Behaviour) maka konseling dilakukan melalui pemberian NASEHAT sesuai prinsip Alkitab. Tujuan akhirnya adalah: perubahan tingkah laku yang sesuai Firman Tuhan. Tahap ini dapat dilakukan oleh gembala, majelis/tua-tua, guru sekolah minggu, diaken, atau orang-orang dewasa yang dilatih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sedangkan pada &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Level III,&lt;/span&gt; menyangkut Masalah Pemikiran (Proses Pikiran maupun Konsep) maka konseling dilakukan dengan memberikan PENERANGAN sesuai Firman Tuhan. Bagian ini dilakukan oleh gembala maupun individu yang telah diperlengkapi untuk menangani persoalan yang sulit dan kompleks. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Khususnya konseling dalam Level I, dapat dilakukan secara wajar dalam kehidupan keseharian tanpa harus membuat janji bertemu. Beberapa proses bimbingan dalam tahap ini dapat terjadi karena menanggapi keluhan (curhat) atau karena inisiatif konselor ketika mengetahui suatu persoalan yang perlu dibantu. Pada dasarnya, kasih yang tulus ditunjukkan dengan keinginan untuk mendengar dan memperhatikan serta kesediaan menolong adalah bekal yang sama pentingnya dengan ketrampilan dalam memecahkan persoalan (problem Solving).&lt;br /&gt;Jika ada istilah Lay Pastor, untuk menjelaskan bagaimana efektifnya anggota jemaat dalam pelayanan bersifat pastoral apabila dilatih menjadi gembala bagi sesamanya, maka dapat juga Lay Counselor juga dapat dimuncilkan untuk menggambarkan anggota-anggota jemaat yang dapat dilatih menjadi pembimbing bagi teman-teman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Dr. Larry Crabb. Konseling Yang Efektif dan Alkitabiah. Yayasan Andi &amp;amp; Yayasan Kalam Hidup. 1995&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Desefentison W. Ngir Gembala Sidang GKII Siloam Tarakan "konselor Awam"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-8745187818446311656?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/8745187818446311656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=8745187818446311656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8745187818446311656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/8745187818446311656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/02/lay-counselor-ii.html' title='Lay Counselor II'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R8LLWWSI9XI/AAAAAAAAANI/wJcNhIUt4FU/s72-c/DIAGRAM+KONSELING+CRABB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-5967498420522403182</id><published>2008-02-24T06:45:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T07:08:25.774-08:00</updated><title type='text'>Tips Problem Solving</title><content type='html'>Sebagian besar orang yang mengalami persoalan hidup akan lebih suka membicarakannya dengan seseorang yang sudah dikenal dan yakin bahwa ia akan didengar.  Jika merasa belum terlalu parah maka belum ada dorongan yang kuat untuk mencari pertolongan konselor professional maupun rohaniawan.  Padahal sekiranya mereka dapat ditolong dengan baik oleh teman/sahabat yang mendengar persoalan itu untuk pertama kali, maka pasti akan sangat membantu mencegah konflik yang lebih berat.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ada baiknya memiliki alat (&lt;em&gt;tool)&lt;/em&gt; yang sederhana agar dapat mendengar keluhan/curhat   serta menolong memberikan alternatif pemecahan masalah bagi mereka yang dituntun Tuhan untuk datang kepada anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku "&lt;em&gt;KONSELING:SUATU PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH,&lt;/em&gt; ANTHONY YEO, BPK, 1994 memberikan beberapa langkah yang dapat digunakan sebagai alat pertama dalam mendengar dan memahami keluhan atau masalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;strong&gt;Langkah-langkah Pemecahan Masalah (PADI)*&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1.     &lt;span style="color:#3366ff;"&gt; &lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;  roblem Definition (Perumusan Masalah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;         - Apa masalahnya yang sebenarnya?  Bukan hanya gejala yang dikeluhkan.  Gejala hanyalah tanda bahwa memang ada persoalan. Walaupun orang tersebut mengeluhkan banyak hal, cobalah pusatkan  perhatian pada awalnya atau pokok persoalannya.  Apakah persoalan emosional, fisik, mental, atau rohani.&lt;br /&gt;2.      &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;A&lt;/strong&gt;  ttempted Solutions (Jalan keluar yg pernah dicobai)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;        - Tanyakan apa-apa saja yang sudah dibuatnya untuk menyelesaikan persoalan tersebut &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          dan bagaimana hasilnya.  apakah masih mau mencoba jalan lain atau mengulang jalan yang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          pernah dicoba?  Hal ini penting karena jika ia masih memiliki pilihan lain, maka jalan yang&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;         kita tawarkan hanyalah salah satu diantara yang lain.  Dalam pelayanan bersifat spiritual,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          jika demikian tidak akan terjadi pemulihan yang diharapkan.&lt;br /&gt;3.     &lt;span style="color:#3366ff;"&gt; &lt;strong&gt;D&lt;/strong&gt;  esired Changes (Perubahan-perubahan yang diinginkan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;         - Tanyakan perubahan atau akhir yang bagaimana  yang diinginkannya.&lt;br /&gt;4.     &lt;strong&gt; &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;   ntervension Plan (Rencana Intervensi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;        - Buatlah sebuah rencana yang berguna untuk menyelesaikan persoalan tersebut (spiritual&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;           maupun konseling) dan tawarkan bantuan untuk menjalaninya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Namun perlu diingat beberapa prinsip tambahan dari Yeo:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;  Prinsip pemecahan masalah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;1. Jangan mengambil alih masalah.&lt;br /&gt;2. Memiliki masalah bukan berarti konseli orang bodoh atau abnormal.&lt;br /&gt;3. Bantulah konseli untuk melhat “manfaat” apabila masalah tsb diselesaikan.&lt;br /&gt;4. Mengajukan alternatif  penyelesaian dan&lt;br /&gt;5. Memulai pemecahan masalah dari cara pandang konseli&lt;br /&gt;6. Pemecahan masalah akhir harus merupakan tanggungjawab Konseli.&lt;br /&gt;7. Pemecahan masalah tidak perlu dibuat apabila konseli tidak peduli &lt;br /&gt;    (acuh tak acuh)&lt;br /&gt;8. Jangan ragu memberi rujukan kepada yang ahli.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#009900;"&gt;Kaidah Penting&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1.      Pertobatan hanya dapat terjadi ketika seseorang dibawa kepada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Tuhan Yesus Kristus (Diluar itu bukan pertobatan sejati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Hanya kebenaran  yang dapat membebaskan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yesus adalah kebenaran itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Maka   tanpa  hubungan yang benar dengan Kristus &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;maka tidak akan ada kebebasan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Ukuran atau standar penyelesaian masalah adalah agar konseli mentaati kebenaran yang   dinyatakan oleh Alkitab.  Bukan  sekedar mencari ketenangan perasaan atau  penundaan  konflik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pdt. Desefentison W. Ngir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-5967498420522403182?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/5967498420522403182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=5967498420522403182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/5967498420522403182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/5967498420522403182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/02/tips-problem-solving.html' title='Tips Problem Solving'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-4062601602156564745</id><published>2008-02-24T03:47:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T03:51:04.430-08:00</updated><title type='text'>PERMOHONAN MAAF DAN KLARIFIKASI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sehubungan dengan tanggapan yang beragam  tentang artikel Ibadah Emeritasi, penulis menyampaikan terima kasih kepada para pembaca yang telah memberikan comment dan peringatan tentang artikel tersebut (Bagi 4 comments).  Mohon maaf sebesar-besarnya karena setelah saya memeriksa kembali tulisan tersebut memang dapat menimbulkan interpretasi demikian.  Namun sebagaimana telah saya sampaikan dalam pertemuan langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan hari ini (MINGGU, 24/2/08), tidak ada pemikiran atau tujuan saya untuk merendahkan apa yang telah dilakukan sebagai bagian dari penghargaan bagi seorang pelayan, justru sesuatu yang menyenangkan melihat bahwa mereka dapat memberi.  Dalam penjelasan saya sudah menyampaikan bahwa hal tersebut justru kritik internal bagi kami, karena belum dapat melakukan seperti yang telah dilakukan oleh para majelis malam tersebut. Karena sangat sulit bagi beberapa jemaat lokal untuk menerima penempatan akhir gembala-gembala yang akan pensiun, apalagi direncanakan membantu pembuatan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga telah secara langsung menyampaikan permohonan maaf dan dapat diterima.  Dengan kesadaran tersebut maka kami bersepakat untuk menghapus saja artikel tersebut.  Namun sebagai penjelasan bagi pengunjung blog ini bahwa hal tersebut sudah diselesaikan, saya perlu menyampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, saya mengucapkan banyak terima kasih untuk semua comments yang diberikan dan terima kasih untuk bpk/ibu/sdr yang telah membicarakannya secara terbuka hari ini.  Terima kasih.  Tuhan memberkati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;PDT. DESEFENTISON W. NGIR&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-4062601602156564745?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/4062601602156564745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=4062601602156564745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4062601602156564745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/4062601602156564745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/02/permohonan-maaf-dan-klarifikasi.html' title='PERMOHONAN MAAF DAN KLARIFIKASI'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3506748452633685319.post-3023206143893289133</id><published>2008-01-28T07:40:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T07:53:37.092-08:00</updated><title type='text'>SOEHARTO: WARISAN PARADOKS</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R536WSnFz4I/AAAAAAAAAJQ/_vd1kwlT64M/s1600-h/SOEHARTO+PRESIDEN+REPUBLIK+INDONESIA.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160556008896319362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R536WSnFz4I/AAAAAAAAAJQ/_vd1kwlT64M/s320/SOEHARTO+PRESIDEN+REPUBLIK+INDONESIA.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;15 halaman Kompas hari ini (Senin, 28 Januari 2008) nampaknya didedikasikan untuk kilasan balik kehidupan mantan presiden kedua RI Soeharto dan komentar beragam tokoh tentang beliau. Bahkan tak kurang Jakob Oetama (Pemimpin Kompas yg korannya pernah dibreidel bersama 6 media lainnya, pada tahun 20 Januari 1978) menulis artikel berjudul “Warisan Soeharto”, tampil di halaman pertama, lengkap dengan foto pak Harto melampaikan tangan dengan senyumnya yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Soekarno menjadi presiden selama 20 an tahun (1945-1965) maka Soeharto juga tidak kalah lamanya memerintah, 31 tahun (27 Maret 1968-21 Mei 1998). Mengutip apa yang dikatakan Jakob Oetama: “&lt;em&gt;Presiden pertama wafat setelah menderita sakit dan diisolasi dari bakat serta kebetahan kepribadiannya, yakni berada ditengah rakyat banyak. Ada persamaan jalan hidup antara presiden pertama dan presiden kedua. Keduanya memerintah dalam waktu lama dan sama-sama jatuh dari kekuasaannya. Sama-sama pula disertai pergolakan dalam proses suksesi mereka. Suatu koinsidensi yang masuk akal jika menimbulkan pertanyaan dan pelajaran sejarah yang bermanfaat bagi perikehidupan kita selanjutnya sebagai bangsa dan negara&lt;/em&gt;. Hmm, suatu persamaan yang boleh juga direnungkan, sebagai kebetulan atau mungkin siklus realitas kehidupan pemimpin politik di indonesia bahkan dunia. Memulai dengan baik, menjadi pahlawan pembangunan, kemudian menjadi orang kurungan. Mati dan meninggalkan belang berwarna “kelabu”. Meninggalkan puzle berserakan dilantai sejarah indonesia. Tak terselesaikan oleh yang memulainya. Catatan buku sejarah anak SD lalu dibuat bingung: ini pahlawan atau penjahat. Penjahat atau pahlawan? Terserah anda membuat penilaian. Karena pahlawan bagi seseorang dapat merupakan penjahat bagi orang lain. Dicap sebagai penjahat hari ini kemudian menjadi pahlawan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan perjalanan kehidupan pak Harto dari pejuang kemerdekaan sampai kepada presiden RI, dengan segudang penghargaan internasional, kita dapat menyimpulkan “indonesia tidak akan pernah lagi memiliki seseorang presiden seperti beliau”. Jadi memasang bendera setengah tiang beberapa hari ini, dapat saja menjadi sebuah pengakuan dukacita untuk pak Harto atau sebenarnya bagi negri ini. Jakob Oetama menyatakan juga bahwa: “&lt;em&gt;Ketika pengalaman itu mulai menjadi sejarah yang berulang, masuk akal jika kita dalami dan selami pelajarannya yang diberikan oleh jatuhnya presiden pertama dan kedua. Kita mengambil pelajaran dari kelebihan dan keberhasilannya dan kita hargai. Kita mengambil pelajaran dari kegagalan, kealpaan, dan kesalahannya. Dalam konteks itu patutlah kiranya juga bersikap kritis, kita berpegang pada kebaikan mikul dhuwur, mendhem jero, tetap menghormati secara sepantasnya dan tetap menghargai kebaikan dan keberhasilannya. Cukuplah presiden pertama dan presiden kedua yang mengalami akhir yang tragis.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pak Jakob mungkin terlalu meluas, sederhana saja: bahwa 2 orang presiden tersebut layak dihormati dan dikenang sebagai pahlawan bangsa. Bahkan jika bukan pahlawan bagi perorangan, yaitu bagi mereka yang merasa dikorbankan akibat kebijakan pemerintah, mereka yang terabaikan hak-haknya sebagai manusia WNI atau bagi kelompok yang tersingkir karena perbedaan haluan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi walaupun realitas sejarah ini memang dapat menjadi pelajaran, namun apakah kita dan bangsa ini akan menjadikannya pelajaran, itu soal lain. Karena sejarah membuktikan bahwa manusia tidak pernah benar-benar belajar dari sejarah. Kita hanya tahu tentang peristiwa sejarah dan menghafalnya untuk ujian sejarah. Pengulangan realitas semacam ini, menegaskan bahwa mengetahui yang baik dan benar, tidak identik dengan melakukan yang benar. Bahkan keinginan untuk melakukan yang benar selalu dipatahkan oleh ketidakbenaran asali manusia. Bagaimana kebenaran dapat dihasilkan dari sesuatu yang tidak benar? Bagaimana manusia yang tidak benar mencari kebenaran? Bagaimana mungkin.... Jikalau bukan Yesus Kristus yang adalah kebenaran itu membenarkan kita, maka nasib kekekalan kitapun pasti berakhir seperti Yudas Iskariot.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Soeharto: warisan paradoks&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Pendeta desefentison W. Ngir, GKII siloam Tarakan Kaltim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3506748452633685319-3023206143893289133?l=pendetason.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendetason.blogspot.com/feeds/3023206143893289133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=3506748452633685319&amp;postID=3023206143893289133' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/3023206143893289133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3506748452633685319/posts/default/3023206143893289133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendetason.blogspot.com/2008/01/soeharto-warisan-paradoks.html' title='SOEHARTO: WARISAN PARADOKS'/><author><name>Pendeta Desefentison W. Ngir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15880345009801066260</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08243566794079214669'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_eCK9WO-SDR8/R536WSnFz4I/AAAAAAAAAJQ/_vd1kwlT64M/s72-c/SOEHARTO+PRESIDEN+REPUBLIK+INDONESIA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>