Thursday, May 23, 2013

Buku: Bebas di dalam Kristus: Kelepasan dari Dosa dan Ikatan Okultisme, Menuju Kedewasaan Rohani (Kata Pengantar: Pdt. Dr. Yakob Tomatala & Pdt. Dr. George Marso Daniel)




Istilah pelayanan Pelepasan bukan lagi suatu yang asing bagi kebanyakan orang kristen. Selain buku yang ditulis tentang pelayanan pelepasan banyak juga buku-buku kesaksian yang dramatis bagaimana manusia dilepaskan dari ikatan setan. Beberapa telah menulis dengan sangat teliti dan serius tentang dasar-dasar pelayanan okultisme, beberapa orang lagi dengan pengalaman pribadi dalam dunia okultisme juga menulis dengan contoh yang unik. Sehingga anda dapat membacanya tanpa perlu ketakutan seperti nonton film horor, bahkan dapat tertawa. Intinya cukup banyak sumber yang dapat digunakan sebagai perbandingan.
Namun kami merasa perlu juga menulis beberapa catatan yang berhubungan pelayanan ini  karena sebagai seorang gembala sidang,  pelayanan ini lebih banyak dalam konteks penggembalaan dan bukan hanya terjadi dalam suatu acara KKR. Namun dalam proses panjang mencakup konseling, doa, dan jika dibutuhkan barulah pengusiran roh jahat.   Sehingga kami dapat mengevaluasi perubahan kehidupan pasca pelayanan bebas di dalam Kristus. 
Saya dan istri  tidak memfokuskan dalam pelayanan okultisme, namun dalam pengalaman pastoral yang sebenarnya masih sangat singkat, kami berdua telah bertemu secara pribadi dengan berbagai macam orang dari berbagai suku dan latar sosial yang diselamatkan oleh karya Kristus di kayu salib, namun mengalami persoalan dalam bidang karakter maupun keterikatan langsung dengan kuasa kegelapan.
Tidak semua orang datang karena munculnya masalah. Beberapa orang datang oleh karena keinginan melayani Tuhan dengan lebih baik. Seperti para pendoa khusus (Syafaat) dan beberapa pelayan Tuhan mengikuti sesi-sesi bimbingan sebagai bagian wajar dalam persiapan pelayanan.  Pada bagian lain pelayanan khusus bagi para narapidana di LAPAS Tarakan juga memberikan kontribusi bagi tulisan ini.
Kami percaya bahwa kehendak Allah bukan saja agar seseorang diselamatkan tetapi juga menjadi dewasa di dalam Kristus serta belajar untuk taat  melakukan segala sesuatu yang telah Yesus perintahkan.  Tujuan akhirnya adalah agar kehidupan yang telah diselamatkan dapat menjadi saksi bagi orang lain.  Namun seringkali dalam proses menjadi saksi inilah, berbagai persoalan membuat para pengikut murid Yesus tidak efektif.  Polanya adalah ”jika seseorang diselamatkan maka buatlah ia mengalami kegagalan rohani, bermasalah dengan pikiran-emosional maupun sejuta masalah sehingga jangankan menjadi saksi, mengurus diri sendiri saja tidak pernah bisa”. 
Kami yakin bahwa bukan metode yang membebaskan tetapi kebenaran. Yesus adalah kebenaran.  Beberapa orang mungkin telah mengalami kelepasan dari berbagai ikatan dosa melalui pergumulan pribadi dalam doa dan Firman.  Tanpa mengikuti bimbingan bebas di dalam Kristus melalui bantuan pendeta maupun konselor kristen. Namun beberapa orang memang memerlukan pertolongan orang lain.  Dalam hal ini para gembala seperti saya dan mungkin juga anda sebagai seorang yang telah dewasa di dalam Kristus dapat menggenapkan apa yang dikatakan Firman Tuhan: ”Bertolong-tolonganlah menanggung  bebanmu!  Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)

Buku Dapat dipesan kepada Penulis atau di 
Toko Buku Kalam Hidup

No comments:

Post a Comment

Katekisasi Baptis: Tanggungjawab Gembala Sidang

Katekisasi Baptis: Tanggungjawab Gembala Sidang Sekian tahun menjadi Gembala Sidang, saya menemukan bahwa para remaja dan pemuda yan...