Monday, February 3, 2020

Katekisasi Baptis: Tanggungjawab Gembala Sidang


Katekisasi Baptis: Tanggungjawab Gembala Sidang

Sekian tahun menjadi Gembala Sidang, saya menemukan bahwa para remaja dan pemuda yang mengikuti kelas katekisasi dalam rentang waktu yang cukup intensif (sekitar 25 sd 30 sesi pertemuan dengan durasi 60 sd 90 menit; 2,5 sd 3 bulan; setiap tahun dua Periode/Angkatan), pada akhirnya akan memiliki hubungan yang akrab dengan saya sebagai Gembala Sidang. Selain memiliki keyakinan keselamatan, mereka bahkan sangat antusias terlibat dalam pelayanan Gereja, baik pada persekutuan Remaja, Pemuda  bahkan dalam pelayanan yang biasanya hanya dilakukan orang.orang pada usia dewasa (WL, Usher, Singers, Petugas Parkir dll).

Itu sebabnya, meskipun dengan kegiatan pelayanan dan kelembagaan yang cukup padat, sampai hari ini saya ini masih menjadi Pengajar utama kelas katekisasi baptis.  Jika kelas Katekisasi sudah dimulai maka  setiap hari minggu mulai jam 15.00 sd 18.00 dan setiap sabtu jam 17.00 sd 18.30, selama hampir tiga bulan, saya selalu bertemu, mengajar dan banyak tertawa bersama mereka.  

Saya senang mengajar dalam Kelas Katekisasi karena ini adalah SATU-SATUNYA waktu paling intensif  bagi saya bersama mereka dalam doa, pengajaran dan hubungan.  Peluang yang hanya ada satu kali sepanjang hidup, sebelum saya atau mereka kembali ke rumah Bapa.   Saya memang tidak dapat mengontrol apa yang diajarkan orangtua mereka di rumah maupun bagaimana para guru di sekolah mendidik mereka, dan saya juga tidak dapat mengontrol  pergaulan maupun perkembangan teknologi yang mungkin dapat merusak hidup mereka, namun saya dapat MENGONTROL diri saya dan kelas Katekisasi Baptis, agar Injil diberitakan sampai tahap dimana mereka menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat pribadi; mengajar mereka  tentang Alkitab, Pokok Iman Kristen dan kehidupan Kristen serta menunjukkan bahwa Seorang Gembala Sidang bisa juga menjadi teman yang baik. 


(Desefentison, Gembala Sidang GKII Tanjung Selor Kaltara)

Buku "KATEKISASI BAPTIS: Langkah Tepat Untuk Mengajarkan Alkitab dan Dasar Iman  Kristen.
Penulis: Pdt. Desefentison W. Ngir, M.Th
Kata Pengantar: Pdt. Dr. Daniel Ronda, Ketua Umum Gereja Kemah Injil Indonesia GKII).
Penerbit: Kalam Hidup Bandung

Friday, January 31, 2020

Katekisasi Baptis: menjangkau The Golden Age of Opportunity (4/14)


Mandat Agung Yesus Kristus (Matius 28:19,20) tidak saja membicarakan tentang menjadikan semua bangsa muridNya, dan membaptis mereka sebagai tanda murid Yesus,  namun juga memerintahkan untuk “mengajar” orang-orang tersebut  untuk melakukan apa yang Yesus telah perintahkan. 

Dalam hal inilah Katekisasi Baptis memiliki posisi yang strategis dalam menggenapi dua bidang yang integral dari mandat Agung Yesus Kristus. Karena  melalui Kelas Katekisasi Baptis, berita Injil dapat disampaikan  secara terbuka sehingga seseorang dapat mengambil keputusan untuk percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan maupun Juruselamat pribadinya.  Sekaligus juga menjadi tempat dimana pengajaran Alkitab, pokok-pokok iman Kristen maupun cara hidup Kristen dapat diajarkan secara intensif.

Jika kelas Sekolah Minggu dan berbagai sarana telah digunakan untuk memenangkan anak-anak kecil (Usia Sekolah Dasar) bagi Kristus, maka ketika mereka masuk usia remaja sudah seharusnya orangtua maupun pihak Gereja mengarahkan mereka untuk segera mengikuti Kelas Katekisasi.  Karena ditemukan realitas bahwa ini adalah rentang usia dimana  sekitar 85 %  orang menjadi Kristen  sehingga disebut The Golden Age of Opportunity (Riset Tahun 1990, World Vission’s MARC Ministries). Ditemukan juga bahwa 43 % orang menerima Tuhan Yesus sebelum usia 13 tahun dan  dua dari tiga orang Kristen mengambil keputusan percaya sungguh dalam iman kristen sebelum usia 18 tahun berjumlah  64 % (Riset tahun 2004 USA, Barna Research  Group).  Ini adalah rentang usia dimana anak-anak dan para remaja sangat TEBUKA untuk kebenaran Injil  dan sebagian besar akan berpegang pada keyakinan tersebut sepanjang hidupnya. 

Karena itu sebagaimana kita selalu berdoa, memberi dana dan tenaga untuk PEKABARAN INJIL, dalam usaha untuk memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang, maupun sebagaimana kita juga telah memberi  PERHATIAN tak putus-putusnya untuk penyelenggaraan Kebaktian Minggu, berkotbah dan membangun Gedung gereja, marilah  kita merancang Kelas KATEKISASI BAPTIS dengan lebih baik untuk memenangkan anak-anak kita pada rentang Usia Kesempatan Emas  sebelum mereka TERLEPAS dari PELUANG EMAS ini.  

Kelas KATEKISASI BAPTIS ibarat JEMBATAN EMAS (The Golden Gate) untuk menyeberangkan INJIL dan KEBENARAN pada usia yang SANGAT REPONSIF terhadap Injil.  Selain itu hanya inilah tampaknya momen  paling ISTIMEWA bagi mereka dan para Gembala Sidang untuk  memiliki waktu bersama.  Dengan SERING BERTEMU, maka hubungan menjadi sangat akrab sehingga kebenaran firman Tuhan maupun kehidupan Kristen dapat diajarkan dalam situasi yang ideal bagi para remaja. 

Jadi apakah sudah merencanakan KELAS KATEKISASI pada tahun ini? Ayo mari jangan lewatkan Jembatan maupun peluang emas ini.  Anak-anak dan para  remaja di gereja adalah jiwa-jiwa terdekat dalam tanggungjawab kita.  Kondisi mereka sangat cepat BERUBAH dari The Golden Age of Opportunity memasuki rentang usia yang membuat mereka malah menjadi  generasi yang hilang dari gereja. 

Dengan memperhatikan kebutuhan tersebut serta melengkapi berbagai literatur lain diseputar katekisasi baptis maka telah diterbitkan buku:

"KATEKISASI BAPTIS: Langkah Tepat Untuk Mengajarkan Alkitab dan Dasar Iman  Kristen.
Penulis: Pdt. Desefentison W. Ngir, M.Th
Kata Pengantar: Pdt. Dr. Daniel Ronda, Ketua Umum Gereja Kemah Injil Indonesia GKII).
Penerbit: Kalam Hidup Bandung


Pemesanan Buku
Untuk P. Jawa Dapat dipesan langsung  hanya di Toko Buku Kalam Hidup Bandung dan Jakarta
Untuk GKII Wilayah 1 dan II Kalimantan Barat  telah tersedia di Toko Buku Wilayah I Pontianak dan BPW. Wil. II Sintang; Juga sudah tersedia di  Samarinda Kaltim (081253656788)  dan Balikpapan Kaltim (081350732562); Melak Kutai Barat (082255855071).
atau langsung kepada Penulis:  WA. 082251626300; email: sonngir@yahoo.com
Harga (Belum Ongkos Kirim) Rp. 150.000. (Rata-rata 1 kg dapat 3 buku).
Untuk pemesanan kolektif bisa diatur dengan Ekspedisi/Cargo Pickup/Trucking/Kapal Laut.

Sunday, January 12, 2020

From BLAST to be BEST


Salah satu AKRONIM yang seringkali disampaikan dalam berbagai event di seputar pentingnya melayani anak-anak Indonesia adalah adanya kondisi BLAST pada anak-anak (ind: Ledakan).

Istilah BLAST dalam dunia medis lebih sering dihubungkan dengan kondisi pasien kanker darah seperti leukemia.  Namun dalam konteks parenting (pengasuhan anak) kondisi BLAST ini memiliki daya rusak yang sama.  Karena anak-anak kepunyaan Tuhan ini dihancurkan sebelum ia mencapai potensi maksimalnya, karena didera berbagai tantangan jaman seperti pengabaian oleh orangtua/dewasa, pelecehan seksual, pornografi, penggunaan IT tanpa kontrol dan berbagai serangan terhadap anak-anak.

B ored
L onely
A ngry
S tress
T ired


namun   melalui perhatian dan pelayanan yang benar maka  diharapkan suatu kondisi yang berbeda akan terjadi yaitu  anak-anak menjadi  "BEST:  Behave,  Emphatic,  Smart, Tough.

Gereja memiliki peranan yang penting karena sejak semula gereja memiliki hubungan yang erat dengan anak-anak. Sejak Ayah dan Ibu mereka menikah, hubungan ini sebenarnya tak pernah putus, terdapat siklus pelayanan yang berkelanjutan.  Misalnya ketika pasangan baru memperoleh anak, maka ketika pemberian nama Gereja Lokal melalui para pelayanan Tuhan biasanya diundang untuk  mendoakan nama; pada saat persembahan/penyerahan anak orang tua juga mendapat pengajaran seputar parenting (Katekisasi Orang Tua), dan sejak kanak-kanak mereka dibina dikelas sekolah minggu.  Dengan demikian efektivitas semua moment maupun keterampilan semua orang yang berperan dalam siklus ini perlu diperbaharui terus menerus, sesuai kondisi anak-anak pada jamannya.




Thursday, November 28, 2019

Tema Natal Nasional Tahun 2019



“HIDUPLAH SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG” 
 (bdk. Yohanes 15:14-15) 
Penetapan Tema Natal Nasional Tahun 2019 - yang juga menjadi tema kotbah diberbagai Perayaan Natal di seluruh Indonesia - dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap berbagai peristiwa di Indonesia yang menunjukkan betapa intoleransi sangat menguat serta timbul berbagai ancaman serius terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara.
Situasi ini tidak dapat dianggap ringan, karena kehidupan berbangsa dan bernegara bukan hanya soal tersedianya makanan dan minuman, namun bagaimana kualitas relasi semua anak bangsa  dapat hidup berdampingan dengan damai tanpa melihat ras, suku maupun agama.
Pada umumnya, tidak ada manusia yang ingin BERMUSUHAN. Sebagaimana juga tidak ada orang yang KEBANGGAANNYA adalah memiliki banyak MUSUH. Namun dalam realitas kehidupan, ADA sebagian orang hidup DARI PERMUSUHAN, hidup DALAM  permusuhan, hidup UNTUK MENYEBARKAN dan MENGOBARKAN Permusuhan.  Sayangnya ketika ujarannya dihubungkan dengan kehendak Tuhan maka meskipun secara natural manusia menginginkan hidup harmonis dengan sesama, namun dorongan untuk memenuhi aspek TAAT kepada yg ilahi secara total, menyebabkan tindakan yang tak sesuai dengan nurani kemanusiaan pada umumnya.
Kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia telah dinubuatkan oleh para nabi ribuan tahun sebelumnya, bahwa akan datang PENYELAMAT (Messias) manusia, yang akan mengurbankan diriNya menggenapi seluruh ritual pengorbanan binatang yang ditetapkan oleh TUHAN sejak manusia jatuh dalam dosa.  Ul. 18:17-19; Yes. 9:5-6; Dan. 9:26.
Yesus sendiri menyatakan bahwa Ia setara dengan Bapa/menyamakan diri dengan Allah (Yoh. 5:17-18; Yoh. 10:30-38; Yoh. 8:57-59; Yoh. 17:5) dan dalam tindakannya: mengampuni dosa (Luk. 5:24; 7:48; Mark. 2:5,10), menerima penyembahan manusia (Mat. 14:33; 15:25; Yoh. 9:38) dan berbagai tindakan lain yang sebagaimana yang hanya dapat dilakukan oleh Allah.  Selain itu salah satu bukti yang sangat otentik bahwa Yesus Kristus adalah Pribadi yang Kekal, yaitu Allah yang menjadi manusia adalah bahwa ajarannya sesuai dengan sifat-sifat Allah dan bukannya seperti ajaran manusia biasa, khususnya ajaranNya mengenai kasih/sayang/cinta, sehingga para PengikutNya diperintahkan untuk hidup dalam kasih sebagaimana mereka telah dikasihi Allah. Bukan saja mengasihi saudara, bahkan mengasihi musuh dan memberkati mereka (Mat. 5:43-48).
Sebagaimana juga dinyatakan dalam Injil Yoh. 15: 12  Inilah perintah-Ku: Kamu harus saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu. 13  Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14  Kamu adalah sahabat-sahabat-Ku jika kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15  Aku tidak lagi menyebut kamu hamba karena hamba tidak tahu apa yang dilakukan oleh tuannya. Akan tetapi, Aku menyebut kamu sahabat karena semua yang Aku dengar dari Bapa, telah Aku beritahukan kepadamu.

Ini adalah suatu perintah dari Allah sendiri, yang menegaskan bahwa "kita" harus saling mengasihi", sebagaimana Ia telah MENGASIHI kita dengan memberikan NYAWANYA bagi kita orang berdosa. sehingga  kita BERTUMBUH terus dalam KASIH.  Ibarat sebuah passing grade  untuk mengukur tingkat perkembangan kita dalam Mata Kuliah MENGASIHI,  maka  kita bertumbuh dari MENGASIHI SAUDARA-SAUDARA KEPADA KASIH AKAN SEMUA ORANG
2 Petrus 1:6 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

  Roma 12:18  Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Marilah kita HIDUP SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG.  Dengan demikian kita dapat merealisasikan apa yang menjadi  Pesan Natal Bersama PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TAHUN 2019 yaitu agar kita "merayakan Natal dalam terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lain-lain. Bagi umat Kristiani panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat. Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi Indonesia yang bermartabat."

Selamat merayakan natal Tahun 2019 dan tahun baru 2020


Pdt. desefentison, Gembala GKII Tanjung Selor Kab. Bulungan Kaltara

Thursday, November 21, 2019

Menulis Buku



  Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, 
dan banyak belajar melelahkan badan.
(Pengkhotbah 12:12)



Beberapa tahun yang lalu seorang Pelayan Tuhan yang telah purna tugas, membawa draft tulisannya dan bertanya bagaimana agar ia dapat menerbitkan tulisan tersebut menjadi sebuah buku?  Ia memiliki harapan yang luarbiasa, yaitu agar banyak orang dapat membaca dan diberkati melalui karya tersebut.  

Saya terharu karena kegigihannya bahwa pada usia yg lanjut dan dengan kesehatan yang menurun,  masih tersisa harapan yang kuat untuk menyelesaikan sesuatu.  Tetapi juga merasa tak berdaya untuk membantunya merealisasikan harapan mulia tersebut.  

Setelah  membaca lembaran demi lembaran - yang sebagian ditulis tangan, sebagian lagi diketik dengan mesin tik dan sebagian dengan komputer - saya hanya dapat menyatakan betapa saya menghargai upayanya untuk menulis dan bahwa topik yang dipilihnya memang penting untuk diketahui banyak orang kristen.

Meskipun akhirnya ia dapat mengerti bahwa tidak ada jalan untuk menerbitkan tulisan tersebut, namun saya mengagumi bahwa ia telah berhasil memikirkan suatu topik secara serius serta menulisnya sampai selesai, dan meskipun tidak pernah diterbitkan menjadi sebuah buku, paling tidak ia telah berhasil mendapat seorang pembaca yang menghargainya dengan luar biasa.

Bukankah ini lebih baik dari pada hanya merencanakan dan tidak menyelesaikan tulisannya? atau seseorang yang hanya sampai pada level terendah yaitu "apa yang harus saya tulis?".  Mungkin saja mengikuti "workshop Penulisan Buku/Writing Workshop" dapat membantu, tetapi tidak dapat menggantikan kesediaan untuk "menderita" dalam prosesnya.  

Salomo telah mengatakannya: "Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan".

Tuesday, November 12, 2019

Kecenderungan Katekisasi Baptis 1


Did You Know: 
Salah satu kecenderungan dalam pelaksanaan katekisasi adalah mengajarkan Doktrin Dasar namun kurang mengajarkan Alkitab secara utuh
        
Bukan cerita baru apabila ada orang kristen yang kurang tahu bagaimana membuka Alkitab  dengan urutan yang benar, apalagi tentang isinya. 

Bahkan sebagian lagi,  meskipun menguasai materi katekisasi baptis, namun tanpa pengertian yang cukup untuk menghubungkan kebenaran-kebenaran dengan kehidupan praktis. 

 Pada bagian lain, penguasaan doktrin dasar  biasanya tidak  selalu berkaitan dengan pemahaman Alkitab sebagai suatu kesatuan.   Karena meskipun bersifat praktis, katekisasi dengan menggunakan sejumlah pertanyaan doktrinal dan jawaban dengan dukungan beberapa ayat Alkitab saja, kurang memberikan pemahaman dalam konteks utuh tentang apa yang Alkitab ajarkan. 

 Untuk mengisi celah tersebut maka harus dipadukan dengan pengajaran Alkitab secara kronologis.  Meskipun nampaknya menyita waktu lebih banyak namun manfaatnya jauh lebih besar bagi peserta katekisasi.  Karena itu dalam Buku "Katekisasi Baptis: Langkah Tepat dalam Mengajarkan Alkitab dan Iman Kristen" dimasukkan juga materi pembelajaran Alkitab Perjanjian Lama (Old Testament) dan Alkitab Perjanjian Baru (New Testament).


Buku Katekisasi Baptis Terbaru


 Urgensi Katekisasi Baptis dan Kebutuhan Materi Katekisasi 

Dalam sejarah kekristenan, kesadaran kembali akan pentingnya katekisasi  maupun penulisan katekismus dimulai sejak reformasi oleh Marthin Luther di Jerman maupun melalui tokoh reformasi seperti Calvin, sebagaimana  ia menulis pada tahun  1548 kepada the Lord Protector of England, dengan menyatakan: Believe me, Monseigneur, the church of God will never be preserved without catechesis.”  (percayalah kepadaku tuan, bahwa gereja Allah tidak akan terpelihara/bertahan tanpa katekisasi) 
 J. I. Packer, https://www.thegospelcoalition.org/article/packer-why-your-church-family-needs-catechesis/. 

Sejak Reformasi, beberapa Katekismus klasik telah digunakan seperti:
Katekismus Luther (Large & Small Catechism, 1529), 

Katekismus Jenewa (Catechism Of The Church Of Geneva, Being A Form Of Instruction For Children, 
                                    The Doctrine Of Christ, 1542), 
Katekismus Westminster (The Shorter Catechism, 1648), 
Katekismus Heidelberg (1563). 


Pada dasarnya semua Katekismus pasca reformasi disusun karena adanya kebutuhan pengajaran kepada orang-orang kristen yang baru saja berpisah dari ajaran maupun sistem gereja sebelumnya maupun bagi masyarakat umum yang kurang memahami ajaran dasar kehidupan kristen.  Sehingga sebagian besar dari pokok-pokok yang disampaikan berkisar pada tanya-jawab singkat tentang "Hukum Taurat, Pengakuan Iman, Doa Bapa Kami dan  isu-isu teologis  yang bertentangan dengan keyakinan reformasi seputar  doktrin keselamatan maupun sakramen (baptisan maupun perjamuan kudus). 

Dengan memperhatikan bahwa setiap jaman memiliki tantangan iman yang unik, maka diperlukan upaya terus menerus untuk mengembangkan sebuah materi Katekisasi yang dapat menjawab kebutuhan dewasa ini, dengan tidak meninggalkan tujuan utama Katekisasi maupun pokok-pokok iman Kristen yang harus dipahami oleh pengikut Yesus, serta pemahaman holiatik tentang Alkitab PL dan PB.

Dengan memperhatikan kebutuhan tersebut serta melengkapi berbagai literatur lain diseputar katekisasi baptis maka Buku ini diterbitkan yaitu "KATEKISASI BAPTIS: Langkah Tepat Untuk Mengajarkan Alkitab dan Dasar Iman  Kristen. 



Penulis: Pdt. Desefentison W. Ngir, M.Th

Kata Pengantar: Pdt. Dr. Daniel Ronda, Ketua Umum Gereja Kemah Injil Indonesia GKII).
Penerbit: Kalam Hidup Bandung
Halaman: 364





Pemesanan Buku

Untuk P. Jawa Dapat dipesan langsung  hanya di Toko Buku Kalam Hidup Bandung
atau langsung kepada Penulis:  WA. 082251626300; email: sonngir@yahoo.com
Harga (Belum Ongkos Kirim) Rp. 150.000.
Rata-rata 1 kg dapat 3 buku 

#katekisasi baptis
#materi katekisasi baptis
#pelajaran sebelum baptis




Monday, October 13, 2014

seminar pasutri GKII Kayan Hilir 3 sd 6 November 2014



Jangan berpikir bahwa hanya karena Anda seorang kristen atau karena sudah semakin dewasa secara usia serta sudah lama menikah , maka pasti tidak akan menghadapi
masalah  pernikahan apalagi perceraian.
 Pernikahan  Kristen bukan hanya soal tidak bercerai, karena banyak Pernikahan Kristen juga yang telah tercabik oleh perceraian Emosional, dimana tidak ada lagi intimasi (keakraban) suami dan istri
Keluarga sakit, Gereja menjadi lemah dan masyarakat menjadi tidak stabil

Karena Itu:

 Mari bergabung dalam Seminar Pasutri  Kristen:
Keluarga Sehat, Gereja Kuat, Masyarakat  Mantap

(Eksklusif Hanya Bagi yang sudah menikah dan yang akan menikah dalam waktu dekat)

“Orang sering berpikir bahwa kekuatan sebuah pernikahan yang baik
berasal dari suatu campuran orang yang tepat.  Atau jika suatu pernikahan menjadi rusak, kita menyangka mereka adalah dua orang yang tidak tepat untuk bersatu dalam pernikahan.”   Mungkinkah anda juga pernah berpikir seperti itu, mencari seseorang  calon suami atau istri yang cocok?  Atau setelah menikah, anda berpikir bahwa anda telah menikah dengan orang yang salah salah? Apakah memang seperti itu?

Untuk
Memahami kembali apa yang membuat pasangan anda ingin menikah  dengan anda dan mengapa anda dulu memutuskan menikah dengannya? Apa sebenarnya cinta dan  Bagaimana bertumbuh dalam  cinta serta mempertahankan kehangatan cinta bahkan memulihkan cinta dalam pernikahan?
Apakah kebutuhan utama bagi seorang suami maupun istri  dalam pernikahan dan bagaimana memenuhinya dengan baik dan tepat sehingga pernikahan Anda semakin kuat dan memuliakan Tuhan

Hanya 2 Hari untuk investasi  terbaik sepanjang usia Pernikahan
Jangan Lewatkan Kesempatan ini
Hadirlah bersama pasangan Anda
Di Gereja Kemah Injil Indonesia Metun Sajau
3 sd 6 November 2014

Pembicara: Pdt. Desefentison W. Ngir, M.A dan Vic. Korlien Juansi, S.Th
(Gembala Sidang GKII AntutanKetua Biro Pembinaan Warga Jemaat dan PenggembalaanGKII Wilayah Kalimantan Utara)

Diselenggarakan oleh:
Komisi Perkaria GKII Daerah Kayan Hilir dan
Panitia Penyelenggara Seminar Pasutri GKII Daerah  Kayan Hilir
Serta Biro Penggembalaan dan Pembinaan Warga Jemaat GKII Wilayah Kalimantan Utara



Sudah  Terbit
Buku Untuk Pembimbing Pernikahan,
 Calon Pasangan suami-istri  yang akan menikah
dan Pasangan suami-istri yang telah menikah

Petunjuk lengkap
bagaimana menyelenggarakan konseling pranikah dan konseling pascanikah

Sebagian besar calon pasangan suami-istri mengikuti konseling pranikah
namun segera akan melupakan apa yang telah mereka pelajari
padahal setelah menjalani pernikahan, berbagai masalah baru mulai muncul
namun karena tidak ada konseling lanjutan (pascanikah) sebagian besar akan berakhir kepada percekcokan bahkan perceraian

Buku ini ditulis untuk menjawab kebutuhan akan pentingnya konseling pranikah yang melengkapi calon pasutri agar memiliki ketrampilan pernikahan dan juga  konseling pascapernikahan yang dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul.
Dilengkapi 9 Topik Materi Pelajaran Pranikah
dan Kusioner Pranikah dan Pascanikah

Buku ini digunakan bersama-sama oleh pembimbing dan sekaligus calon pasutri sehingga pertemuan bersifat dialogis-interaktif

Penulis: Desefentison W. Ngir
 Kata Pengantar: Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak
 Penerbit :
PT. VISI ANUGERAH, Bandung”
Agustus, 2013

213 Halaman
 Harga untuk Pulau Jawa Rp. 55.000,-
Dapat diperoleh

diseluruh
 jaringan Toko Buku Rohani : Visipres, Immanuel, Metanoia, Halleluyah,.
TB. Gramedia
atau
Online: www.visi-bookstore.com
Telp: 081321007070
bb.2228a50a


tema natal nasional 2014 tema natal PGI 2014

BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA
Imamat 26:12

Tema natal nasional tahun 2014
Tema natal PGI tahun 2014
Tema natal Nasional tahun 2014

Desefentison

Friday, August 1, 2014

Hari pertama di Antutan

Pindah Tugas
Hari ini, tanggal 1 Agustus 2014, kami sekeluarga tiba di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Setelah melayani 11 Tahun di GKII Siloam Tarakan, inilah waktuNya untuk memulai di tempat yg baru.  Sebenarnya, tidak benar-benar baru.  Karena Ayah, alm. Pdt. William Ngir, pernah menjadi gembala sidang di Desa ini.

Kami dijemput di Tarakan, oleh Bpk. Pdt. Lunay, pak Marten, dan Pak Darmo. Dengan speedboat Triputri, tiba Lebong, dan menerus perjalanan dengan minibus sekolah.  Terima kasih untuk anugerah Tuhan, semua sehat, dan sudah pasti disambut jamuan buah-buahan lokal.

Terima kasih untuk semua orang yg mengasihi kami di Siloam Tarakan, dan untuk kesediaannya mengutus kami ke Antutan.

pdt. Son, korlien, keiko, grace, willy, phebe dan grace maro.


Katekisasi Baptis: Tanggungjawab Gembala Sidang

Katekisasi Baptis: Tanggungjawab Gembala Sidang Sekian tahun menjadi Gembala Sidang, saya menemukan bahwa para remaja dan pemuda yan...