TEMA NATAL NASIONAL PGI DAN KWI TAHUN 2009
TEMA NATAL PGI TAHUN 2009
TEMA NATAL NASIONAL TAHUN 2009
“TUHAN itu baik kepada semua orang" (Mazmur 145 : 9)
TEMA NATAL PGI KWI
PENDETA DESEFENTISON GEMBALA SIDANG GKII SILOAM TARAKAN KALTIM
Friday, November 6, 2009
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
Saturday, September 19, 2009
TEPUK TANGAN UNTUK APA DAN UNTUK SIAPA?

http://www.detiknews.com/read/2009/09/17/171318/1206013/10/noordin-m-top-tewas-tepuk-tangan-membahana-di-mabes-polri
Jakarta - Pengumuman tewasnya Noordin M Top sangat dinantikan wartawan. Alhasil, ketika namanya disebut pada urutan kelima, tepuk tangan terdengar membahana.
"Berkah dari Allah di akhir bulan Ramadhan salah satu tersangka adalah buron yang telah 9 tahun diburu, Noordin M Top," kata Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD).
Tepuk tangan langsung membahana di ruang konferensi pers Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2009). BHD yang berwajah cerah hari ini, tak urung tersenyum lebar. Lampu blitz berpendar menerpa wajahnya. Sejumlah jenderal yang ada di kanan kiri dan belakangnya juga tersenyum mendengar tepuk tangan jurnalis.
Sejumlah wartawan yang meliput mengaku merinding mendengar ucapan BHD tersebut. Kepastian ini memang ditunggu tidak hanya oleh insan pers namun juga seluruh masyarakat Indonesia.
Tepuk tangan kedua terdengar ketika BHD menjelaskan bahwa jasad Noordin diketahui dari sidik jadinya. Dia lalu memamerkan gambar sidik jari itu untuk meyakinkan keterangannya.
Sebelum tewas di Solo, Noordin sempat diduga tewas di Temanggung, Jawa Tengah, pada 8 Agustus. Noordin juga pernah lolos saat penggerebekan di Batu, Malang, Jawa Timur. Sedang partnernya asal Malaysia, Dr Azahari, tewas pada 2005 dengan cara meledakkan diri. (ken/iy)
Keberhasilan Polisi dalam menyelesaikan PR tersebut memang layak dihargai. Namun ketika mendengar para hadirin bertepuk tangan, muncul pertanyaan mendasar “untuk apa mereka bertepuk tangan?”. Selain melatih anak kecil menyanyikan lagu “tepuk-tepuk tangan, suka-suka....”, saya juga sering bertepuk tangan. Bertepuk tangan ketika bernyanyi di gereja, bertepuk tangan setelah Pejabat berpidato, bertepuk tangan ketika pengantin selesai di doakan, bertepuk tangan karena di komando oleh WL (Worship Leader) dengan seruan “beri kemuliaan untuk Tuhan”, bertepuk tangan ketika seseorang dinyatakan berhasil dan banyak momen lain. Tetapi bertepuk tangan ketika mendengar kepastian kematian Noordin M. Top? Entahlah ...
Bahwa Noordin M. Top bersalah atas serangkaian pengeboman di Indonesia dan bahwa jika ia masih hidup akan banyak kematian terjadi, itu tidak dapat disangkal. Tetapi jika direnungkan apa yang dikatakan Tuhan melalui Nabi Yehezkiel pasal 18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Maka kita akan sadar bahwa yang diinginkan Tuhan bukan “kematian orang fasik atau orang berdosa/orang jahat” tetapi kepada pertobatannya. Keinginan agar para penjahat tertangkap dan diadili sesuai hukum adalah sesuatu yg wajar, tetapi mengharapkan kematian orang jahat apalagi bersyukur atas kematian orang jahat nampaknya tidak memiliki dasar dalam kehidupan kristen. Karena untuk orang–orang semacam inilah juga Kurban Agung itu telah menyerahkan nyawaNya di kayu salib.
PENDETA DESEFENTISON GEMBALA SIDANG GKII SILOAM TARAKAN KALIMANTAN TIMUR
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
KEWASPADAAN
Setiap kali suatu peristiwa kecelakaan terjadi, maka tingkat kewaspadaan biasanya meningkat. Ketika saya berada di airport Juata Tarakan, pasca ledakan Bom di hotel J.W Marriot Jakarta, tak urung semua mobil di oleh petugas. Tidak ada dispensasi bahkan untuk Kijang tua tahun 1987 dengan semua jendela terbukapun mendapat kehormatan diperiksa laksana selebritis yg dikagumi penggemarnya. Tapi sebagaimana biasa, 2 minggu kemudian tak ada lagi pengawasan apapun. Kecuali tukang karcis masuk bandara yang terkadang “lupa” memberikan karcis padahal sudah menerima duit.
Tadi siangpun, pasca kecelakaan pesawat intai TNI AL tipe (N22) Nomad P 837 (senin, 7 september 2009) di daerah Mentadau, Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur yang menewaskan 4 orang penumpang sipil, tingkat kewaspadaan meningkat lagi. Beberapa Maskapai menangguhkan penerbangan. Walaupun dengan alasan kabut asap--yg pada awalnya selalu disebut oleh BMG Tarakansebagai Haze dan bukan asap.
Tapi sebagaimana biasa, kewaspadaan ini tidak akan lama. Khususnya bagi masyarakat dayak yg hidup di perbatasan dengan Malaysia (Sarawak dan Sabah). Kesulitan transportasi menyebabkan mereka terpaksa membayar mahal untuk dapat keluar dari isolasi daerah karena ketiadaan transportasi darat untuk ke kota. Pilihan yang sulit, karena mahal tidak berarti nyaman dan dapat terbang tidak ada jaminan selamat. Syukurlah bahwa pelayanan penerbangan MAF (Mission Avition Fellowship) dapat melakukan apa yang selama puluhan tahun tidak pernah dapat dilakukan oleh penerbangan komersial. Dengan standar operasi yang ketat dan doa yang melingkupi pelayanan ini, maka dapat bertahan sampai sekarang. Barulah dalam era OTDA ini beberapa maskapai komersial melalui dana subsidi penerbangan Kabupaten/Propinsi mulai melayani rute ke pedalaman kalimantan. Tanpa subsidi pemerintah maskapai-tersebut tidak akan rela terbang di daerah ini. Termasuk pesawat militer yang dikatakan berpatroli, namun karena alasan membantu masyarakat mengangkut juga penumpang sipil. Para pengguna tetap penerbangan model ini mengerti apa yang sebenarnya terjadi, namun hubungan simbiosis-mutualistis menyebabkan mereka tidak bersuara tentang operasional penerbangan. Urusan yang paling penting bagi mereka adalah dapat keluar dari isolasi daerah sehingga pesawat apa saja yang ada di lapangan kampung pasti jadi rebutan.
Jadi kewaspadaan yang meningkat tajam akan segera turun cepat. Benda yang cepat menerima panas akan cepat juga melepaskan panas. Kewaspadaan seperti ini memang fluktuatif, intensitasnya menguat karena rasa takut akan sesuatu yang baru atau sudah pernah terjadi. Tetapi karena sumber sikap tersebut bukan dari kesadaran/pemahaman yang benar dari dalam diri maka tidak akan bertahan lama. Tidak terjadi perubahan mendasar dari sistem kehidupan yang seharusnya dibenahi.
Tindakan ini seperti pada waktu kita memungut sampah pada hari kerja bakti dan membuang sampah pada hari tidak bekerja bakti. Bergotong royong membersihkan got setelah hujan dan banjir melanda dan membuang sampah di got pada hari kemarau. Ketika sakit ke dokter dan merawat diri ketika mulai tua namun ketika sehat tak peduli kesehatan sebagaimana ketika muda menghabiskan kekuatan tanpa istirahat. Diet ketika merasa gemuk dan makan sebanyak-banyak ketika sudah tercapai. Pantang makanan mengandung purin tinggi ketika pincang karena kelebihan asam urat lalu bergembira dengan makan segalanya untuk merayakan kesembuhan.
Secara spiritual, kewaspadaan seharusnya menyangkut kesadaran akan adanya lawan yang sesungguhnya. (I petrus 5:8-11: 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.
10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.
11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.)
Lawan yang disebut oleh Paulus “bukan darah dan daging” (Ef 6:12). Sehingga cara menghadapinya bukan secara jasmani. Kesadaran spiritual tidak membuat kita menjadi orang aneh, dengan “kalung bawang putih apalagi membawa penangkal berupa jimat, bahkan bukan juga mengucapkan “darah Yesus” dimana-mana, mendesiskannya berulang-ulang seperti mantra. Termasuk didalamnya bukan menaruh Alkitab di dekat kepala ketika tidur. Namun menjalani kehidupan keseharian dengan kewaspadaan terhadap serangan yang bersifat rohani, yaitu godaan untuk berbuat dosa, yang sunbernya dari hati sendiri maupun dari si jahat. Dengan mengingat apa yang Yesus katakan di taman getsemani: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41) Kiranya kewaspadaan rohani kita semakin natural, semakin tajam dalam menilai kecenderungan batin pribadi melalui terang Firman dan siap taat kepada pimpinan RohNya.
PENDETA DESEFENTISON GEMBALA SIDANG GKII SILOAM TARAKAN
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
Saturday, April 25, 2009
INJIL MICROCHIP??
Beberapa waktu yang lalu seorang pria datang ke pastori dan menawarkan pemutaran Film menurutnya yang sangat penting. Ia memperkenalkan diri sebagai Yspa, seorang misionaris dari sebuah gereja di Korea Selatan dan telah berkeliling indonesia untuk memutar Film dan bersaksi.
Ia menyebutnya tentang orang kristen ”tidak bisa masuk surga” karena memasang microchip ataupun biochip. Dari scedule yang disusunnya, hampir semua hari telah terisi nama gereja dan pendeta di Tarakan yang setuju untuk memutar film penting tersebut. Sebelum saya berpikir banyak ia sudah menyebut-nyebut Kemah Injil di Alor dan Kupang, mungkin sebuah referensi yang dapat membuat saya tidak ragu. Ketika saya menyebutkan perlunya ijin Pengurus Gereja, ia segera meminta saya menelpon mereka. Kecepatan yang mengagumkan. Saya akhirnya mminta satu copy DVD untuk saya tonton dulu sebelum ijin untuk pemutaran Film bagi jemaat.
DVD tersebut ternyata berisi 2 bagian besar. Pertama, tentang bahaya angka 666, yang dihubungkan dengan barcode serta sebuah film buatan tahun 1970an, terlihat dari mobil dan pemain yang tampak kuno. Isi filmnya tentang pengangkatan orang percaya, dan beberapa orang kristen yg tertinggal. Beberapa orang kristen itu ada yang memberi tangan dan dahi mereka dicap tanda 666 (Sebagaimana Wahyu 13:16,17) dan beberapa lagi dianggap bertahan dalam dalam iman karena tidak mau memberi tangan dan dahi mereka dicap tanda tersebut, kemudian dihukum mati dengan ”pemotong leher” ala perancis (Guilotine).
Ilustrasi dan Kesimpulannya tidak nyambung. Ilustrasi film baratnya adalah tangan dan dahi dicap angka (Film Tahun 70an), sedangkan kesimpulannya dunia modern dengan mirochip/biochip, dengan contoh film seorang pria membuka pintu dengan tangan yg dikatakan berisi microchip. Dalam film tersebut yang ditonjolkan adalah tentang bagaimana antikris berkuasa dan beberapa orang kristen yg tidak terangkat dipaksa memberi tanda 666 di tangan dan dahinya. Kesimpulan akhirnya adalah bahaya pemasangan microchip/biochip dengan keselamatan. Jadi ukurannya bukan lagi soal orang yang percaya kepada Yesus atau tidak percaya.
Bagian kedua adalah pengantar dari seorang pendeta di kota Menado yang mengulas kesaksian pelayanan misonaris Yspa serta rencana kedatangan gembala sidang gereja pengutus (seorang wanita) untuk mengadakan KKR di Stadion Klabat Menado pada tahun 2005. Hal yang ditekankan adalah bahwa ribuan microchip dan biochip diimport dari Amerika ke Korea Selatan, yang dianggap sedang dipakai dan akan dipakai oleh antikris. Tampaknya pendeta indonesia ini sangat bersemangat mempromosikan rencana pelayanan Tim tersebut. Ia mengatakan berulangkali bahwa dimana-mana Tim tersebut melayani KKR, apabila ada orang yg sungguh-sungguh bertobat dan disentuh mata rohaninya oleh Tuhan, maka pintu surga akan terbuka dan orang-orang itu akan melihat malaikat maupun Tuhan Yesus turun dari surga untuk akan memakaikan kain lenan putih kepada mereka.
Saya tidak tahu apakah KKR tersebut jadi dilaksanakan tahun 2005 di Menado dan apakah juga telah dilaksanakan di kota lain, namun yang pasti Misionaris Yspa masih terus berkeliling untuk menyampaikan pemberitaan ini. Dalam bagian akhir DVD berulangkali teks-teks seolah-olah dikutip dari Alkitab ditampilkan, seperti ”Yesus memberi perintah untuk memberitakan angka 666, Mirochip dan Biochip”. Saya tercengang-cengang bagaimana perintah agung Yesus kristus untuk menjadikan semua bangsa muridNya telah diubah menjadi: beritakan tentang angka 666, microchip dan biochip??
Keesokan harinya, Misonarias Yspa ditemani seorang teman pendeta di kota Tarakan kembali bertemu. Saya secara langsung menyampaikan bahwa saya tidak menerima untuk pemutaran Film tersebut. Ia nampaknya terkejut, dan bertanya apakah tidak percaya bahwa microchip dan biochip dipakai antikris? Saya jelaskan padanya bahwa saya percaya bahwa Yesus akan datang, bahwa saya percaya apa yang dinubuatkan oleh kitab wahyu. Tetapi untuk mengatakan bahwa microchip dan biochip itulah yang dimaksudkan dalam Wahyu 13:16,17 adalah suatu penafsiran pribadi anda. Mendengar penjelasan saya, ia langsung berdiri dan kelihatan gusar. Nampaknya saya telah menjadi musuhnya. Ia kembali duduk dan berkata: ”Yesus memerintahkan memberitakan tentang 666, microchip/biochip. Tidak percaya microchip dan biochip dipakai antikristus?. Saya katakan: ”tidak ada dalam Injil Yesus memerintah memberitakan hal tersebut. Orang yang sudah percaya dan diselamatkan, pasti tidak akan menyembah antikristus dan juga tidak akan menerima apapun namanya yang seperti itu. Jika bapak percaya hal tersebut silahkan, tetapi jangan anggap bahwa Tuhan hanya berbicara lewat anda”. Sementara ia terdiam, saya mengatakan: ”Tahun 90an pun, dari Korea juga datang banyak misionaris yang mengatakan Yesus akan segera datang dalam tahun-tahun itu. Mereka membuat hitungan-hitungan, seminar serta kursus mempersiapkan diri menyambut akhir jaman laku sekali Tetapi tidak ada yang jadi.” Lalu saya bicara kepada pendeta yang menemaninya: ” Hati-hati pak, jangan karena dari Korea lalu semua dianggap benar." Misionaris Yspa kemudian berdiri dan tanpa berjabat tangan lagi langsung pergi meninggal saya dengan pendeta yg mendampinginya. Seolah mengebaskan debu kakinya karena merasa ditolak pemberitaannya.
Sementara saya menulis artikel ini, seorang teman pendeta menelpon dan menyampaikan bahwa ada undangan pemutaran Film tersebut disebuah gereja esok hari dengan catatan ”Jika mau masuk surga harus menonton Film ini”. Bahkan seorang wanita (baru percaya dan masih dalam bimbingan) yg karena diajak seseorang kristen menonton di suatu gereja mengatakan menjadi bingung karena misonaris Yspa mengatakan bahwa patung maria menangis/mengeluarkan airmata merupakan bukti bahwa Yesus tidak lama lagi akan datang.
Sangat menyedihkan bahwa sementara Injil terus diberitakan beberapa orang telah dialihkan kepada pemberitaan yang bukan Mandat Tuhan Yesus. Injil apakah yang diberitakannya? Bukan Injil, tetapi ketakutan yang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan.
Terlepas dari berbagai penafsiran tentang bagaimana peristiwa-peristiwa akhir akan terjadi perlu selalu diingat bahwa Tuhan Yesus mengatakan sejak awal bahwa penganiayaan dan penderitaan adalah bagian wajar dari kehidupan kristen. Tanpa menunggu masa kesukaran besar, pada dasarnya orang kristen di sepanjang sejarah telah mengalami penderitaan yang luarbiasa. Tetapi bagi orang kristen yg tidak atau belum mengalami penderitaan karena nama Yesus, maka pastilah ketakutannya luarbiasa kalau memikirkan tentang penderitaan dalam masa kesukaran besar. Inilah jumlah terbanyak dari orang kristen. Laskar pelangi bukan laskar Kristus. Laskar yang kerjaannya hanya praise and worship, doanya hanya minta berkat material dan dispensasi penderitaan, kumpulannya cari aman dalam persekutuan, tetapi tidak mau susah memberitakan Injil. Kalaupun beritakan Injil hanya menyampaikan tentang gereja dan pendetanya atau menceritakan kedasyatan musik rohani.
Tuhan Yesus tidak pernah meminta kita menjadi takut, apalagi mengumbar kisah mengerikan tentang akhir jaman. Bahkan para rasul dan jemaat mula-mula tidak menjadikan topik eskatologi sedemikian detail seperti kita dewasa ini. Mereka sadar bahwa Yesus akan segera datang, tetapi bukan dengan ketakutan tetapi dengan pengharapan sukacita sambil terus memberitakan Injil. Beda dengan kekristenan jaman ini, bicara akhir jaman, jemaat ditakutkan dengan Barcode, angka 666, microchip/biochip, pantang beli produk tertentu dan ratusan kisah aneh-aneh tentang neraka. Bukannya rajin memberitakan Injil bagi orang yang belum percaya, malah sibuk buat KKR, kesaksian dan kursus akhir jaman. Pendeta-pendeta tak kalah seru ngomong tentang kisah-kisah seram akhir jaman, biar jemaat takut bikin dosa dan siapa tahu anak-anak muda jadi rajin kebaktian, tetapi ada yang tidak dilupakan yaitu persembahan tetap jalan, atau bahkan semuanya diserahin karena tidak guna kalau antikris datang kagak bisa belanja apapun katanya. Jadi semua harta kasih ke gereja. Modal pemberitaannya adalah ”rasa takut”. Padahal orang yang takut menghadapi akhir jaman adalah tanda-tanda adanya ketidakbenaran. Karena ia belum berada dalam kebenaran yang sejati.
Matius 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Filipi 1:29: Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.
Matius 24:6b: Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah;sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Yesus mengatakan agar jangan gelisah mendengar khabar-khabar apapun tentang akhir jaman.
Wahyu 13 seharusnya dibaca bukan hanya ayat 16-17 :
” 16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”
Tetapi juga ayat sebelumnya:
7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
9 Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.
Yang penting menurut Firman Tuhan adalah:
1. Ayat 10b: Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.
2. Ayatb18: Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”
3. 12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Wahyu 14:
9 Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,
10 maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.
11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."
12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
13 Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
gembala sidang pendeta desefentison w. ngir gereja kemah injil indonesia
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
Thursday, March 5, 2009
PONARI SWEAT

PONARI SWEAT
Kabar baru…!!!!
AIR SAKTI Ponari Sudah tersedia dalam kemasan. Nggak perlu lagi repot-repot antre. Sudah ada di toko-toko dan Swalayan....!!!!Juga berkhasiat menggantikan Ion tubuh yang hilang..!!! ”PONARI SWEAT” (PENGGANTI ION TUBUH YG HILANG)
Kiriman by SMS, Made in Ev.Korie (Teras Nawang, Kab. Bulungan Kaltim)
Demam ponari belum hilang. Buktinya walaupun prakteknya sudah pernah ditutup namun pencarian kesembuhan mengalahkan semua rintangan. Ketika melihat tayangan Ponari di kantor polsek Jombang, saya terheran-heran dukun cilik tersebut dengan bebas jalan-jalan di atas meja Kapolsek lalu digendong sang kapolsek. Semua nampak tersenyum dan senang melihatnya. Tetapi yang saya lihat hanyalah seorang anak yang tidak lagi diajari tatakarama standar. Tampaknya ia telah dibiarkan melakukan apa saja yang dikehendakinya karena dianggap memiliki kemampuan istimewa yaitu batu petir. Demikian juga dalam pemberitaan tentang situasi di kelas, bagaimana ia hanya bermain games dengan HP. Kasihan Ponari, suatu eksploitasi sesaat yang pada akhirnya tidak menghasilkan apapun di masa depannya.
Jikalau Tukul juga turut menggendongnya dalam acara ”bukan 4 mata” Trans7 (4 Maret 2009), maka itu hanyalah suatu daftar dari bagaimana popularitasnya dapat juga menarik perhatian produser TV. Semua ini tidak berhubungan samasekali dengan Ponari, ini hanya berhubungan dengan batu yang katanya disambar petir dan berkhasiat menyembuhkan. Konon katanya, waktu sedang bermain Yoyo, ada petir menyambar batu. Kemudian dijadikannya mainan, namun walaupun dibuang batu tersebut selalu kembali ke meja makan di rumahnya. Tanpa batu tersebut maka Ponari ansich tidak memiliki apapun untuk dibicarakan. Tidak akan dipedulikan orang sekampungnya. Sebagaimana kebanyakan anak-anak miskin di kampung, juga tak akan menarik perhatian Komnas HAM anak
Sebagaimana booming pencarian emas di beberapa daerah di indonesia, maka semuanya dimulai dari berita yang berlebihan dari kenyataan yg ada. Demikian juga dengan kebanyakan kisah penyembuhan oleh anak-anak. Tidak berlangsung lama, karena bukti kesembuhan yang ada sebenarnya terlalu sedikit dan sulit untuk diukur kebenarannya. Namun berita pertama yang terdengar sudah tersebar sehingga kebanyakan pasien terlanjur sudah percaya dan pergi.
Apakah pencarian kesembuhan dapat mengesahkan upaya apapun? Sebagaimana yang sering dilontarkan oleh beberapa orang ”yang penting niatnya atau ikhtiarnya untuk kebaikan (sembuh/bantu orang) boleh saja”. Seperti jika sakit, pergi ke dukun/paranormal;jika niat mau bantu orang miskin tidak mengapa kalau mencuri dari orang kaya dll. Tentu saja konsep bukan konsep Alkitab karena tidak pernah Tuhan menjadikan niat baik manusia sebagai ukuran kebenaran. Filter etika kristen harus mencakup minimal 3 hal: Pertama, apakah motivasi (niat batin) saya melakukan benar sesuai kebenaran Firman Tuhan;kedua, apakah Tujuan saya benar sesuai Firman Tuhan; ketiga, apakah cara yang saya tempuh juga benar sesuai Firman Tuhan? Jadi dalam soal Ponari atau siapa saja yang mengatakan memiliki suatu kemampuan penyembuhan non medis, maka ujiannya harus lulus dengan predikat 3 benar. Tidak sekedar karena niat baik, tujuan atau hasil yng hebat, tetapi juga cara untuk mencapainya harus sejalan dengan kebenaran Alkitab.
Apa yang dialami Ponari dengan batu petirnya (jika memang benar demikian) sebenarnya kasus okultisme yang sering terjadi. Suatu benda yang dipercayai mengandung kuasa jika dibuang ternyata selalu kembali lagi kepemiliknya. Sehingga dianggap sebagai ”berkah dari Allah” untuk berbuat kebaikan. Jadi bukan hal yang unik sekali, setan memang sering menggunakannya.
Jika demikian maka tidak ada peluang bagi seorang kristen sejati untuk mengejar kesembuhan dengan cara apapun. Termasuk bagi orang-orang yang mengakui kristen dengan menggunakan doa kristen dan Alkitab sebagai media penyembuhan namun jika diuji dalam terang Firman Tuhan dan pergumulan doa khusus akan nampak karya si jahat dibaliknya. Bahhkan bukan hanya penolakan terhadap penggunaan kuasa setan seperti dukun, paranormal, dan benda-benda okultisme (jimat) tetapi juga penggunaan teknologi dengan mengabaikan nilai-nilai kehidupan.
Jadi ketimbang antre air batu petir Ponari beli aja Ponari sweat ehhh ...Pocari Sweat......
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
Monday, February 9, 2009
KOSTER GEREJA
Koster Gereja
Pagi ini sementara membuka tong sampah dan memindahkannya ke dalam kantong plastik, rasa mual menyerang. Maklumlah sudah lama tidak menyentuh sampah campuran. Kemarin sore sebelum ibadah malam, saya sudah kembali merasakan pengalaman masa muda ngurusin gedung gereja dan seperti diawal pelayanan pastoral. Memungut sampah kecil, tapi buanyak. Mulai bungkus permen sampai tisu bekas. Hanya bedanya, dulu tidak pakai dasi. Sejak Januari 2009, Koster gereja mengajukan permohonan untuk berhenti, karena sudah menyelesaikan perkuliahan dan siap bekerja di suatu perusahaan konstruksi. Namun baru beberapa hari yang lalu, secara resmi Koster Gereja pindah ke mess perusahaan, dan pada hari minggu (8 Pebruari 2009) kami mendoakannya dalam ibadah umum pagi.
Koster memang bukan sekedar petugas kebersihan gereja apalagi sekedar tukang sapu gereja. Filosofi pelayanan ini sudah berulangkali saya sampaikan secara pribadi kepada 3 orang koster yang pernah melayani di jemaat ini dalam 6 tahun pelayanan pastoral. Memang berbeda dengan kebanyakan Koster (Berkeluarga) di beberapa gereja dengan peran gabungan antara penarik lonceng, mengajar sekolah minggu dll, Koster di sini diserahkan kepada orang muda. Dari beberapa Koster, (kurang lebih 5) tiga orang menjalankan tugas sambil kuliah. Bahkan tahun lalu ketika saya melayani di suatu kota, saya berjumpa dengan seorang mantan Koster yg sudah menjadi pegawai negeri dan mengikuti suatu diklat untk kenaikan jabatan.
Ketika ”on duty” (menjalankan tugas) dengan sapu, kain pel, memungut dan mendorong gerobak sampah, mereka harus melakukannya dengan hati yg kuat. Karena sementara teman-teman wanita dan pria pemuda/i seusia bermain di halaman gereja atau kumpul-kumpul di gereja, ia justru sedang menyapu dan memungut sampah. Mungkin itu sebabnya tidak ada koster yang dapat pacar di persekutuan pemuda. Seorang Koster juga harus sabar karena jika teman-teman pemuda kumpul rapat maka urusan gelas dan piring kotor terkadang tak terurus, belum lagi jika beberapa orang muda”menjarah” kopi, gula dan snack miliknya. Maklum ruangan dan dapurnya milik umum.
Setelah mengepel gereja pada pagi hari dan finishing akhir (mempersiapkan amplop persembahan dll) maka ia segera berubah, dari Petugas Kebersihan menjadi seorang Singer, dengan seragam dan dasi serta sepatu hitam. Itu sebabnya, semua Koster Siloam nampaknya harus bisa bernyanyi. Persyaratan lain adalah tidak merokok dan tidak peminum. Terlebih lagi harus dapat dipercaya dalam menangani perlengkapan/inventaris gereja dan karena tidak ada satpam serta tidak ada pagar pengaman maka ia juga harus mengamankan lingkungan gereja, mulai dari kemungkinan maling, penjarahan oleh kelompok anak-anak ”pemulung tidak resmi” yg oportunis sampai anjing dan kambing perusak tanaman. Ia harus dapat menjadi teman untuk para pemuda, tetapi juga dapat memberi larangannya. Dapat diajak ngobrol oleh pendeta dan dapat dipercaya menjadi pengasuh anak-anak gembala sidang jika harus ditinggalkan untuk pelayanan.
Apakah tuntutan ini terlalu berat? Yang pasti sampai sekarang belum ada yang bersedia. Ternyata tidak mudah mencari Koster Gereja pengganti. Lebih mudah menemukan para Evangelis lulusan Sekolah Akitab, STT atau beberapa Sarjana/Magister Theologi yang hanya kuliah 3 bulan dan berkeliling indonesia membuka sekolah Teologi dengan gelar seumur Tauge/kecambah.. Lebih mudah mencari pemain musik dan singers, dan lebih mudah berkhotbah daripada kembali menyapu gereja. Apa penyebabnya?
Sebagaimana para pekerja yang bekerja dengan melayani kepentingan manusia di seluruh dunia, maka ia harus menundukkan seluruh keinginan alami untuk dihormati serta dilayani dan menggantikannya dengan kerelaan untuk melakukan hal-hal yang kebanyakan dihindari orang lain. Sebutlah seperti tukang sampah, penyapu jalan, pekerja sedot tinja, penjaga Toilet alias WC. Pada bagian lain termasuk para pelayan restoran, pembantu, dan jongos. Tangan merekalah yang memegang apa yg tidak ingin kita pegang dan mengerjakan apa yang sudah kita tinggalkan karena alasan memiliki uang untuk mebayar, atau dengan alasan klasik ”sudah terlalu sibuk” alias ”malas”. TETAPI SEBENARNYA BUKAN KARENA ALASAN-ALASAN TERSEBUT. ”HATIKULAH” YANG MUNGKIN TELAH BERUBAH. DAN HATI MEREKALAH YANG TELAH MENEMUKAN TUJUANNYA. BAHWA DI DALAM HATI SEBAGAI HAMBA RAJA DI ATAS SEGALA RAJA ITU DAPAT DILAYANI.
Hati ini juga yang dimiliki Samuel yang sejak kecil diserahkan untuk melayani di rumah Tuhan di Silo. Pastilah tidak mudah melayani di Rumah Tuhan, dengan seorang Imam tua (Eli) yang sangat gemuk sehingga tidak dapat berjalan-jalan kecuali dudukatau berbaring, dan yang matanya yang sudah kabur. Belum lagi dengan anak-anak Eli (Hofni dan Pinehas) yang bemoral bejat. Tetapi dalam kondisi hati kanak-kanak tersebutlah Samuel yang masih muda mendengar panggilan Tuhan. Hati yang diharapkannya muncul pada Saul, namun tak ditemukannya. Bahkan tidak pada anak-anak tertua dari Isai, kecuali pada Daud si bungsu yang masih bekerja di padang sementara yang lain diuandang ke perjamuan sehabis persembahan korban.
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
2
comments
Wednesday, January 7, 2009
Jalur Gaza
Semenjak serbuan Israel ke jalur Gaza (27 Desember 2008) yg diklaim sebagai balasan terhadap serangan roket dari kelompok Hamas, fokus sebagian besar masyarakat dunia dan khususnya Indonesia teralihkan. Tak pelak lagi, urusan menghadapi krisis ekonomi yang belum selesai gaungnya, tiba-tiba terputus digantikan gaung dentuman roket dan senjata di Palestina. Foto korban anak-anak dan wanita yang dipampang di halaman utama sebagian besar media masa, semakin membangkitkan kemarahan dan kebencian terhadap Yahudi.
Sebagian Ibu-ibu masih antri minyak tanah dan konversi minyak tanah ke penggunaan gas telah menambah istilah baru ”Antri membeli gas elpiji”, ribuan buruh terancam PHK, Pasar Modal dan moneter masih bergejolak, Warga Porong Sidoarjo masih belum terbayarkan, BBM turun namun harus antri, Manokwari dan Sorong terkena gempa namun genderang perang Israel dan Hamas telah menyulut solidaritas kemanusiaan dunia khususnya Indonesia. Gerakan pengumpulan dana kemanusiaan, demonstrasi massa bahkan kesiapan banyak relawan yg ingin terjun langsung dalam peperangan tersebut menunjukkan bahwa bangsa ini sangat besar dan kuat khsususnya jika sepakat tentang apa yang merupakan musuh maupun tantangan/ancaman dari luar. Sebagaimana ketika dulu pada saat konfrontasi dengan Malaysia, walaupun sedang dilanda kemiskinan, bangsa ini menjadi kuat karena bersatu dalam ephoria ”Ganyang Malaysia”.
Tetapi sayang beberapa orang terkesan menggunakan momentum ini bukan sebagai dasar untuk bersatu agar dapat memberikan bantuan bersama yg lebih besar. Namun memberikan komentar dan seruan yang dihasilkan dari kedangkalan analisis. Misalnya, pagi ini dalam dialog di TV One, seorang pemirsa menelpon dan mengatakan yang intinya ”jika ingin membalas apa yang terjadi di Palestina, tidak cukup memboikot produk israel maupun sekutunya atau berperang di Palestina, langsung saja kepada orang nasrani dan Amerika di Indonesia.”
Saya tercengang mendengar pendapat dan seruan dari seorang Indonesia yang mengajak solidaritas untuk Palestina dengan cara ”................................” orang nasrani (kristen) yang ada di Indonesia. Konsep pikir yang aneh, menyamakan Israel dengan orang kristen. Ia mungkin tidak pernah tahu bahwa orang Israel mayoritas adalah penganut agama Yahudi, dan hanya sebagian kecil beragama kristen. Menurut http://www.palestinefacts.org/pf_current_christians.php, orang kristen di Israel hanya 2-3% (140.000) dari total populasi Israel dan kebanyakan adalah orang Kristen Arab (80%) “Jews are over 80% of the population of Israel; most of the remaining number are Sunni Palestinian Arabs. Christians make up 2% to 3% of the population. Of the Christian population in Israel, over 80% are Arabs. Many of the non-Arab Christians came to Israel with their Jewish spouses during the waves of immigration in the 1980s and '90s, mainly from the former Soviet Union and Ethiopia. The percentage of Christians in the Israeli population has steadily declined due to the immigration of Jews from all over the world. However, the absolute number of Christians has increased as Christians have entered Israel from Europe or areas in the Middle East. The Christian population of Israel has grown from 34,000 in 1949 to about 140,000 today”.
Demikian juga orang Palestina tidak semuanya Islam, ada juga orang Kristen. Bukan hanya Masjid yang terkena senjata Israel tetapi juga gedung Gereja. Bahkan di jalur Gaza menurut WIKIPEDIA (http://en.wikipedia.org/wiki/Palestinian_Christian)terdapat kira-kira 3000 orang kristen, yang mengalami penderitaanjuga sebagai orang Palestina atas konflik dengan Israel serta tekanan dari sesama orang Palestina.
"In Gaza, there is a small Christian minority of about 3000 people, among a population of 1,500,000. After the Fatah-Hamas conflict in February 2006, a number of Christian shops, such as Internet cafes, pharmacies and music stores, were attacked by unknown assailants.[21] Some of these attacks have been claimed by a little-known extremist Islamic organization, calling itself the Swords of Truth.[21] On 6 October 2007, Rami Ayyad, the manager of the only Christian bookshop in Gaza and a member of the Baptist Church was found murdered.[22]. No group claimed responsibility for the killing, and no one has openly accused Hamas of persecution. Hamas spokeman, Fawzi Barhoum, said Hamas would "not spare any effort to find the culprits of this crime and bring them to justice."[23] In February 2008, fourteen gunmen attacked the YMCA in Gaza which serves Palestinians of all religious denominations.[24]. Bombs were planted in the office and library and one of the devices was detonated, destroying thousands of books. There were no injuries or fatalities.[24]
Bandingkan dengan data dari http://www.haaretz.com/hasen/spages/910184.html yang menyebutkan jumlah 3.200 orang kristen Palestina tinggal di jalur Gaza (About 3,200 Christians live in Gaza, most of them Greek Orthodox. Relations with Gaza's Muslims are generally good, and have not deteriorated since Hamas wrested control of the strip in mid-June.But there have been occasional acts of violence, and in April, a bomb severely damaged the Palestinian Bible Society building in Gaza, which has been operating since 1999."
Keterbatasan informasi dan pemahaman terkadang menyebabkan kegagalan dalam menghubungkan antara fenomena dengan realitas. Kesimpulan yang dangkal diambil hanya dengan mendengar suara yang paling keras dan tindakan yang diambilpun tidak lain hanyalah menumpang arus yang paling deras. Akibatnya hanya ikut serta memperpanjang permusuhan dan meluaskan peperangan yang sebenarnya ingin dihentikan.
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
Sunday, November 9, 2008
Thursday, October 30, 2008
krisis ekonomi
Tidak seperti biasanya, kemarin seorang pemilik usaha menyampaikan pertanyaan kepada saya. Entahlah, apakah karena saya mirip pengusaha seperti dirinya atau seorang analis pasar forex? Ia mengatakan: “Saya bingung pak, katanya harga minyak dunia turun sehingga pemerintah akan menurunkan harga minyak. Tetapi nilai tukar dolar Amerika terus naik. Bagaimana, apakah harga barang akan turun atau akan naik? Saya sebenarnya tidak ingin menjawab, karena mungkin saja ia sekedar melemparkan pertanyaan tanpa ingin jawaban. Tetapi nampaknya ia bersungguh-sungguh karena mengulang lagi pertanyaannya, dan wajahnya itu lho, seperti mahasiswa yang haus jawaban ilmiah.
Saya akhirnya menjawab sekenanya, tak beda jauh dengan cara Imam Samudera menganalisis bahwa Amerika sudah hancur ekonominya pasca bangkrutnya Lehman sehingga menganggap bahwa Allah telah menghancurkan Amerika sebagaimana yang dicita-citakannya. Atau sama dengan analisis seorang tukang martabak 3 minggu yang lalu. Dengan nada senang ia menyambut krisis di Amerika, namun ia terkejut ketika saya mengatakan bahwa kita “orang Indonesia” akan lebih menderita ketimbang orang di Amerika. Analisis ekonom dipinggir jalan, tidak mengherankan 3 hari yg lalu, ia kemudian salah menghitung kembalian dan telah merugikan pelanggannya yg setia: 10 ribu rupiah.
Bahwa dalam setiap krisis ketika pemerintah mengatakan bahwa semua baik-baik saja, maka esok hari pasar cenderung lebih bergejolak. Karena ketika pengumuman tersebut disampaikan yang nampak sebenarnya kepanikan yang diselubungkan. Siapa yang dapat mengatakan bahwa tidak ada bahaya menyangkut fundamental ekonomi makro indonesia, jika melihat semua anggota kabinet berkumpul dan presiden bicara dengan nada hati-hati.
Membaca pendapat Robert A. Simanjuntak Guru Besar FE UI dalam artikelnya “Krisis Finansial Global: Merenungkan Kembali Resep Keynes” (Kompas, Rabu 29 Oktober 2008, p.19) yang menyodorkan konsep Adam smith tentang membiarkan pasar apa ada (Laissez faire). Konsep ini didasarkan pada keyakinan bahwa mekanisme pasar itu seperti tangan gaib (invisible hand) yang bekerja untuk memastikan keseimbangan yang efisien dan kesejahteraan masyarakat. Namun berbeda dengan John Maynard Keynes yang menolak ide bahwa pasar memiliki kemampuan self adjustment. Solusi Keynes melingkupi: “regulasi pemerintah dan kebijakan fiskal untuk mempengaruhi permintaan agregat, yakni menaikkan permintaan agregat lewat pemotongan pajak dan kenaikan belanja pemerintah untuk masalah pengangguran/resesi. ….. Ketika ekonomi macet seperti saat depresi, satu-satunya cara keluar dari perangkap adalah dengan mendorong orang mengonsumsi lebih banyak barang. Untuk itu, kenaikan belanja pemerintah akan jadi pemicu”. Belajar dari Amerika menghadapi depresi besar tahun 1930an dimana presiden F.D Roosevelt mengadopsi konsep Keynes, dengan meningkatkan belanja pemerintah untuk proyek-proyek padat karya guna mengurangi pengangguran. Serta solidnya dukungan dari para gubernur Negara bagian, walikota maupun legislatif menyebabkan Amerika dapat bangkit kembali. Karena itu Simanjutak mencadangkan ide bahwa seharusnya intervensi pemerintah juga menekan pemerintah daerah agar dana APBD digunakan lebih cepat agar roda ekonomi dapat bergulir.
Saya melihat bahwa konsep membiarkan pasar apa adanya (Leave the market alone) mirip dengan ide bahwa bumi dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Namun semakin disadari bahwa kerusakan akibat ulah manusia seringkali melampaui kemampuan self adjustment tanah dan udara di planet bumi ini. Namun harapan akan campur tangan pemerintah seringkali tidak menyentuh perbaikan fundamental ekonomi. Gembar gembor pendidikan gratis kesehatan gratis, maupun bantuan Tunai Langsung hanya upaya membalut kemiskinan dengan kemasan baru. Namun tidak pernah memperbaiki kenyataan dasar, bahwa yang miskin tetap miskin. Itu sebabnya, jika para calon politisi dalam kampanye selalu mengedepankan semboyan “pilih saya maka semua gratis” hanya menunjukkan betapa ia merencanakan untuk tidak melakukan apa-apa, kecuali akan menggunakan DAU tanpa mendorong maupun mencipta peningkatan partispasi rakyat dalam pergerakan ekonomi. Jika seorang politisi kristen membuat janji politik jangan lupa bahwa ia sedang berhadapan dengan Tuhan. Kesediaan dan keberaniannya harus ditunjukkan dengan berjuang dalam jalan kebenaran. Dengan kesadaran bahwa Tuhan memanggilnya untuk menegakkan keadilan dan berbicara sebagai wakil Tuhan dalam bidang politik dan bukan hanya menyuarakan suara mayoritas.
Namun gagasan agar Daerah dapat menggunakan APBD dengan lebih cepat dan berani dalam situasi krisis nampaknya tidak sejalan dengan realitas kini. Karena bagi kebanyakan pemimpin daerah sekarang, jalan lambat namun aman lebih dikedepankan. Ketimbang cepat dan maju, namun akhirnya ditangkap KPK. Sebuah kehati-hatian yang baik, namun menyebabkan dana APBD tidak digunakan secara maksimal. Dalam hal ini jika anda seorang Kristen, seharusnya ketakutan anda lebih kepada Tuhan dan bukan karena KPK.
Jika anda seorang Kristen dan berada dalam posisi pengambilan keputusan ekonomi bagi banyak orang, kiranya dapat mempertimbangkan secara bijak dan meminta hikmat Tuhan. Karena jika seorang miskin berdosa karena mencuri ayam dan jemuran, seorang lain berdosa karena membenci dan tidak mau mengampuni, maka anda dapat berdosa dalam pengambilan keputusan apabila mengabaikan hak-hak ekonomi rakyat ataupun mengabaikan kejujuran moral hanya untuk menguntungkan partai anda, kelompok suku maupun keluarga.
Yeremia 22:13-17:
13Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya;
14 yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah. 14 yang berkata: "Aku mau mendirikan istana yang besar lebar dan anjung yang lapang luas!", lalu menetas dinding istana membuat jendela, memapani istana itu dengan kayu aras dan mencatnya merah.
15 Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran,
16 serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? demikianlah firman TUHAN.
17 Tetapi matamu dan hatimu hanya tertuju kepada pengejaran untung, kepada penumpahan darah orang yang tak bersalah, kepada pemerasan dan kepada penganiayaan!
pendeta desefentison gembala sidang gkii siloam tarakan
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments
Saturday, September 13, 2008
Pelayanan KKR & Seminar di Tenom Sabah Malaysia
Photo: 1. KKR pertama;2. Pastor Yuvai (Ketua Kawasan SIB);3. auntie Saran Riung & Korlien di KK;4. Pastor Yating/istri(Gembala SIB Baru Jumpa), Pastor Yuvai/Istri;Puan Saran Riung (Ketua PSW. SIB Tenom).;5-7: Acara Penyambutan & KKR
Berangkat dari Tarakan, by kapal Tawindo ke Tawau (11.00-14.45). Tawau adalah Bandar nomor dua setelah Kota Kinabalu. Setelah mengantri seperti TKI di pintu imigrasi Tawau, puji Tuhan kami berdua berhasil juga mengejar flight Air Asia ke Kota Kinabalu, pukul. 17.15 (45 menit). Maklumlah dari Pelabuhan ke Airport sekitar 35 KM.
Airport Kota Kinabalu tidak lebih besar dari Airport Balikpapan, tetapi kebersihan dan fasilitasnya tidak perlu diragukan lagi. Sempat menunggu sebentar di airport, karena memang kami maupun ibu Saran Riung yang menjemput juga tidak saling mengenal maklumlah tidak pernah berjumpa langsung. Hanya via email.
Keesokan harinya kami berangkat dari Kota Kinabalu dengan kereta buatan Malaysia, melewati perjalanan berkelok lintas pegunungan ke kota Beaufort, Keningau dan Limbunan (Kalau tidak salah), kurang lebih 3,5 jam kami baru tiba di Tenom, sebuah kota kecil yang dikenal karena memiliki pusat pertanian dan perkebunan buah yang katanya terbesar di Asia Tenggara, serta kopi khas Tenom. Tetapi perjalanan belum berakhir karena kami masih harus menempuh 18 KM lagi menuju kampung Baru Jumpa.
Pada malam hari (jumaat) pelayanan KKR pertama di luar dugaan, kami disambut dengan penyematan bunga, gong penyambut tamu dan menggunting pita pembukaan acara, serta disambut tarian suku Lundaye dan Murut. Seumur-umur di undang KKR baru seramai ini penyambutannya. Hari sabtu pagi sampai petang: Ceramah Keluarga, dilajutkan KKR Malam. Pada minggu pagi KKR umum dan malam KKR Pemuda.
Posted by
Pendeta Desefentison W. Ngir
0
comments

